News / Read

Dolar lebih lemah meskipun data fundamental AS mencatat kenaikan

Blog Single

Dolar lebih lemah meskipun data fundamental AS mencatat kenaikan

Dolar diperdagangkan lebih lemah pada hari Kamis meskipun set data fundamental AS terus mencatatkan kenaikan yang mendukung langkah tapering Federal Reserve.

Rall penurunan ini terjadi seiring dengan yield obligasi 10 tahun pemerintah AS yang menjauh dari level tertinggi sebelumnya. Fundamental ekonomi di AS berupa data CPI menunjukkan inflasi masih terus naik +0.4% diatas perkiraan sama seperti periode sebelumnya +0.3%.

Data Core CPI yang naik 0.2% sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 0.1%. Sedangkan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi kenaikan 5.4% melampaui perkiraan naik 4.9% dan periode sebelumnya 5%.

Minutes pertemuan moneter FOMC yang dirilis tadi malam menunjukkan pejabat Fed  merasa dapat memulai tapering pada pertengahan bulan November yang akan datang. 3 pejabat Fed menunjukkan dukungan untuk langkah tapering ini karena merasa pemulihan ekonomi sudah lebih dari cukup untuk melangkah perubahan kebijakan moneter lainnya.

Sementara di lain tempat, Poundsterling juga rebound terhadap Dolar hingga diperdagangkan di harga 1.36 kembali dan mengabaikan data pertumbuhan ekonomi yang melemah.

Data GDP di Inggris bulan lalu naik 0.4% meleset dari perkiraan 0.5% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari +0.1% menjadi -0.1%. Defisit neraca perdagangan juga semakin meningkat dan sektor konstruksi juga masih mengalami penurunan. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: