News / Read

Polisi Indonesia Menahan 22 Demonstran Anti Komunis

Blog Single

Pihak berwenang Indonesia menahan 22 orang pada Senin malam setelah sebuah gerilyawan bentrok dengan polisi dalam sebuah demonstrasi anti-komunis di ibukota Jakarta.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mencoba untuk memperbaiki pembersihan anti-komunis 1965 yang berdarah, salah satu periode paling gelap dalam sejarah negara tersebut, namun ketegangan tetap berada di atas pembersihan di mana sekitar 500.000 orang terbunuh.

“Masyarakat tidak bisa membawa undang-undang ke tangan mereka sendiri, mereka harus tunduk pada aparat penegak hukum,” kata Widodo dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah bentrokan tersebut.

Komunisme dilarang di Indonesia dan setiap simpatisan dianggap sangat curiga dan permusuhan, terutama oleh nasionalis dan kelompok Islam.

Lima polisi terluka dalam bentrokan tersebut saat sekitar 200 orang berkumpul di luar Yayasan Bantuan Hukum (LBH) di Jakarta Pusat, yang mengadakan sebuah seminar tentang pembunuhan tahun 1965 di akhir pekan.

Para pemrotes melemparkan batu dan botol air dan polisi menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan, menurut media.

Aktivis meminta pihak berwenang untuk melindungi kejadian tersebut dan agar publik “melihat secara kritis sejarah”.

“Sikap represif dan membiarkan anarkis untuk mengancam hak-hak masyarakat akan melumpuhkan demokrasi kita,” kata komisi nasional untuk hak-hak perempuan dalam sebuah pernyataan.

“Ada korban 1965 dan stigma yang terkait dengan (komunisme) yang layak mendapatkan kebenaran, keadilan, dan penyembuhan.”

Pembersihan anti-komunis dimulai pada akhir 1965 setelah Soeharto dan militer mengambil alih kekuasaan setelah sebuah kudeta komunis yang gagal. Satu juta atau lebih orang dipenjara, dicurigai sebagai komunis.

Pemerintah yang berurutan menolak menerima perkiraan jumlah korban tewas dan telah menahan diri untuk tidak meminta maaf.

Militer, yang dituduh oleh aktivis pelanggaran hak asasi manusia berat selama pembersihan tahun 1965, telah melanggar setiap usaha rekonsiliasi.

Kepala militer Gatot Nurmantyo tahun ini memerintahkan sebuah film propaganda era Soeharto untuk diputar di depan tentara di seluruh negeri untuk menandai ulang tahun kudeta yang gagal pada 30 September 1965, malam sebelum kekerasan dilepaskan.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: