Awal Pekan, Investor Tunggu Respon Tarif Timbal Balik Trump
Ketegangan perdagangan akibat tarif dagang Amerika kembali memicu reaksi pasar pada perdagangan akhir pekan lalu (4/7), mendorong investor kembali berburu safehaven pada emas.
Harga emas menguat selama sesi perdagangan Jumat (4/7), namun masih dengan kisaran yang sempit karena Pasar ditutup lebih awal selama libur nasional ‘Independece Day’ Amerika.
Key Highlights
- Tradewar : President Amerika Serikat Donald Trump memperingati Independence Day dengan mengumumkan tarif timbal balik yang akan berlaku untuk sekitar 100 Negara, selama perundingan kesepakatan sedang berlangsung.
Pengumuman tersebut dirilis jelang batas waktu 9 Juli, dimana Trump mengungkapkan akan mulai mengirim surat ke negara-negara terkait. Beberapa tarif yang dikenakan akan berada dalam kisaran 10% hingga 70% dan akan berlaku pada tanggal 1 Agustus.
Diantaranya, Trump mengkonfirmasi tarif hingga 70% akan berlaku mulai 1 Agustus dengan menargetkan barang-barang Uni Eropa, termasuk makanan.
- ‘One Big Beautiful Bill’ : Berita utama lainnya datang dari disahkannya ‘One Big Beautiful Bill’. Congressional Budget Office (CBO) dan Joint Committee on Taxation mengungkapkan bahwa RUU tersebut akan menambah defisit nasional sebesar $3,4 triliun selama satu dekade.
Dampaknya, Penambahan triliunan Dolar ke utang nasional dapat memberikan tekanan pada Greenback dan mendorong harga Emas lebih tinggi sebagai lindung nilai terhadap plafon utang AS yang sudah tinggi.
- US Jobs reports : Data tenaga kerja Amerika dirilis lebih awal pada Kamis (3/7) karena pasar ditutup selama Independece Day. berikut adalah serangkaian data yang dirilis dengan hasil yang beragam. • US Initial Jobless Claims: 233K, 240K forecast, 237K previous
• US Nonfarm Payrolls (Jun): 147K, 111K forecast, 144K previous
• US Trade Balance (May): -71.50B, -69.90B forecast, -60.30B previous
• US Unemployment Rate (Jun): 4.1%, 4.3% forecast, 4.2% previous
• US S&P Global Services PMI (Jun): 52.9, 53.1 forecast, 53.1 previous
• US Factory Orders (MoM) (May): 8.2%, 8.1% forecast, -3.9% previous
• US ISM Non-Manufacturing PMI (Jun): 50.8, 50.8 forecast, 49.9 previous
Markets Movement
- Harga emas menguat selama sesi perdagangan Jumat (4/7), namun masih dengan kisaran yang sempit karena Pasar ditutup lebih awal selama libur nasional ‘Independece Day’ Amerika.
Pada penutupan perdagangan Jumat (4/7), harga emas mencatatkan kenaikan sebesar $9.02 atau 0.27% berakhir pada level $3,334.92 per ons, setelah uji terendah $3,323 dan tertinggi $3,345. Emas naik lebih dari 1.8% pada minggu lalu.
Pada Kamis (3/7), emas berjangka kontrak Agustus sebagai kontrak teraktif saat ini ditutup turun sebanyak $4.30 atau 0.12% berakhir pada level $3,342.90 per ons, setelah uji tertinggi $3,355 dan terendah $3,332.80 di Divisi Comex.
Awal pekan ini (7/7), pasar emas diperkirakan akan kembali dibuka menguat merespon ketegangan tarif dagang AS dan Negara-negara lain di Dunia yang memicu perburuan safehaven.
- Indeks Dolar AS diperdagangkan melemah selama hari Jumat (4/7), karena tekanan fundamental AS, termasuk RUU Pajak dan Tarif timbal balik Trump.
Pada Jumat (4/7) Dolar AS ditutup melemah sekitar 10 poin atua 0.10% berada pada level 97.01, setelah uji tertinggi 97.13 dan terendah 96.86.
Dipasar rival utamanya, sekelompok matauang berisiko ditutup beragam – pasangan EUR/USD melemah ditengah usulan tarif timbal balik 70% terhadap UE.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdagangan Jumat 4 Juli 2025,
- AUDUSD : 0.65504 , -19 / -0.29%
- EURUSD : 1.17741 , +17 / +0.15%
- GBPUSD : 1.36453 , -7 / -0.05%
- NZDUSD : 0.60549 , -13 / -0.21%
- USDJPY : 144.499 , -41 / -0.28%
- USDCAD : 1.35986 , +18 / +0.13%
- USDMXN : 18.62850 , -103 / -0.06%
- USDCHF : 0.79411 , -11 / -0.13%
- USDCNH : 7.15570 , +0 / +0.00%
Sentimen
Awal minggu ini, pasar akan terfokus pada tarif timbal balik AS jelang batas waktu 9 Juli yang ditetapkan oleh Trump. Volatitas pasar diperkirakan akan cukup besar setelah pasar Amerika kembali dibuka setelah libur panjang.
Hingga akhir pekan mendatang, pasar akan terfokus pada pembacaan risalah pertemuan FOMC Juni pada Kamis (10/7).