Dampak Harga Minyak terhadap Perekonomian Asia Mungkin Dapat Dikelola
Pertumbuhan ekonomi Asia dapat mengalami keretakan jika harga minyak naik hingga sekitar $85/bbl, tetapi dampaknya kemungkinan masih dapat dikelola, tulis kepala ekonom Asia HSBC Frederic Neumann dalam sebuah catatan. Minyak akan lebih diperhatikan oleh para bankir sentral pada level tersebut, karena akan berkontribusi terhadap inflasi daripada menguranginya, kata Neumann. Namun, intensitas minyak dan gas di perekonomian Asia telah menurun tajam selama dekade terakhir, dan secara riil, minyak cukup murah saat ini, tambahnya. Jika minyak naik jauh lebih tinggi dari $85/bbl, itu akan memberikan pukulan besar, katanya. Minyak mentah WTI berjangka bulan depan naik 0,7% menjadi $75,66/bbl; minyak mentah Brent berjangka bulan depan turun 2,4% menjadi $76,94/bbl.