Dolar AS Menghadapi Pelemahan Lebih Lanjut, Tetapi Diperkirakan akan Rebound Tahun Depan
Penurunan dolar AS kemungkinan masih memiliki ruang untuk berlanjut karena ekonomi AS diperkirakan akan melemah dalam beberapa bulan mendatang, tetapi rebound ekonomi kemudian akan mengangkat mata uang tersebut tahun depan, menurut Morgan Stanley.
“Ekonomi AS telah sangat kuat selama beberapa kuartal terakhir, dan kami melihatnya akan melemah selama kuartal keempat dan kuartal pertama tahun depan, lalu mulai membaik lagi,” ujar James Lord, kepala strategi valuta asing dan pasar berkembang di Morgan Stanley, dalam sebuah wawancara.
“Dolar AS kemudian rebound seiring berjalannya tahun. Namun, kami memperkirakan untuk tiga hingga enam bulan ke depan, kita akan berada dalam kondisi yang sedikit lebih lemah.”
Mata uang AS juga kemungkinan akan menjadi pendorong utama pergerakan mata uang secara umum, sementara banyak kawasan lain memiliki prospek yang kurang menarik.
“Banyak volatilitas dalam siklus makro sebenarnya didorong oleh AS,” kata Lord.
Morgan Stanley memperkirakan euro (EUR/USD) akan mencapai $1,23 terhadap dolar AS, sebelum dolar AS rebound. Nilai tukar euro berada di $1,16 pada hari Senin. Indeks dolar juga diperkirakan akan turun ke 94, dari 99 pada hari Senin, sebelum naik kembali ke 99 pada akhir tahun 2026.