Dolar Coba Menguat Ditengah Kekosongan Data Ekonomi AS
Indeks Dolar AS diperdagangkan stabil bahkan mencoba bergerak lebih tinggi ketika pasar sepi dari rangkaian data ekonomi AS ditengah shutdown yang terjadi untuk hari ke-2.
Momentum ini nampak digunakan oleh para pelaku pasar untuk berspekulasi pada aksi ambil untung, membantu Dolar bergerak lebih tinggi dan menekan sekolompok rival utamanya.
Aksi profit taking, juga terjadi pada pasar emas dengan memanfaatkan korelasi tradisionalnya terhadap Dolar. Perlu diperhatikan bahwa, meskpun terjadi pelemahan yang signifikan, harga emas mampu pulih dengan cepat karena fundamental global yang sejatinya terus mendukung kenaikan emas.
Key Highlihts
- Sejak 1 Oktber 2025, Pemerintah Federal AS resmi ditutup semetara. Pemerintah mulai menutup operasinya karena Kongres gagal memajukan RUU pendanaan.
Partai Republik menolak memasukkan perpanjangan subsidi premi Undang-Undang Perawatan Terjangkau yang ditingkatkan dalam RUU pendanaan. Sejauh ini, pasar masih terus mengawasi seberapa lama Shutdown ini akan berlangsung. Jika penutupan pemerintah terjadi berkepanjangan (lebih dari dua minggu) maka hal tersebut akan meningkatkan risiko penurunan pertumbuhan dan meningkatkan kemungkinan The Fed yang lebih akomodatif.
- Penasihat ekonomi Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa shutdown yang berkepanjangan dapat memberikan pukulan telak bagi pertumbuhan. Menurut memo Gedung Putih yang dikutip oleh Politico, ekonomi AS berisiko kehilangan sekitar $15 miliar PDB setiap minggu selama pemerintah tetap tutup, sementara kebuntuan selama sebulan dapat mendorong 43.000 orang tambahan ke dalam pengangguran.
- Prospek The Fed semakin rumit karena penutupan pemerintah (shutdown) mengancam penundaan data-data penting, dengan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang kemungkinan besar tidak akan dirilis pada hari Jumat, dan data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan September yang akan dirilis pada 15 Oktober juga berisiko tidak dirilis jika shutdowon berkepanjangan.
- Sejauh ini, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan 29 Oktober tetap tinggi, berada di angka 99% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Market Movement
Pada Kamis (2/10), harga emas (spot) mencatatkan kerugian sebesar $10.95 atau 0.28% berakhir pada level $3,854.46 per ons, setelah uji tertinggi $3,897 dan terendah $3,819.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kerugian sebesar $29.40 atau 0.75% berada pada level $3,868.10 per ons di Divisi Comex, setelah uji tertinggi $3,923 dan terendah $3,842 di Divisi Comex.
Dipasar komoditas lainnya, Harga minyak mentah dunia anjlok hampir 2% – melanjutkan penurunan untuk hari kelima berturut-turut, mencapai level terendah sejak akhir Mei karena spekulasi berkembang tentang kemungkinan bahwa OPEC+ akan menyetujui peningkatan produksi tambahan.
Baru-baru ini, OPEC+ dilaporkan sedang mempertimbangkan kenaikan produksi yang jauh lebih besar dari perkiraan untuk bulan November, yakni sekitar setinggi 400.000 hingga 500.000 barel per hari. Hal ini, menimbulkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan di tengah permintaan yang lemah.
Harga minyak telah turun lebih dari 7% selama satu minggu terakhir, dan turun sebesar 8% dipasar minyak berjangka AS. Berikut adalah posisi harga minyak pada penutupan perdaganan Kamis 2 Oktober 2025,
- OIL (SPOT) : $60.31 , -$1.22 / -1.98%
- WTI : $60.48 , -$1.30 / -2.10%
- BRENT : $64.11 , -$1.24 / -1.90%
Indeks Dolar AS berakhir menguat pada Kamis (2/10) karena kekosongan rilis data ekonomi AS memicu aksi spekulasi dan profit taking. Dolar AS berakhir naik sebanyak 16 poin atau 0.16% berakhir pada level 97.89, setelah uji terendah 97.52 dan tertinggi 98.14.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir melemah merespon kerugian Dolar AS. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Kamis 2 Oktober 2025,
- AUDUSD : 0.65938 , -17 / -0.26%
- EURUSD : 1.17136 , -14 / -0.12%
- GBPUSD : 1.34378 , -35 / -0.26%
- NZDUSD : 0.58139 , -2 / -0.03%
- USDJPY : 147.246 , +16 / +0.11%
- USDCAD : 1.39667 , +31 / +0.22%
- USDMXN : 18.42000 , +419 / +0.23%
- USDCHF : 0.79766 , +6 / +0.08%
- USDCNH : 7.12700 , +41 / +0.06%
Sentimen
Perkembangan Shutdown AS akan menjadi berita utama setelah penutupan pada 1 Oktober 2025. Serangkaian data terancam tidak dirilis karena penutupan pemerintahan.