Dolar Melemah Akibat Harapan Kesepakatan Iran
Indeks dolar merosot di bawah 98,5 pada hari Senin setelah sempat naik hingga 99,3 di awal sesi, karena pasar bereaksi terhadap laporan bahwa Iran telah mengajukan proposal baru kepada AS yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan ketegangan.
Proposal tersebut, yang dilaporkan disampaikan melalui mediator Pakistan, menyerukan perpanjangan gencatan senjata untuk memungkinkan kemajuan menuju penyelesaian yang langgeng, sambil menunda negosiasi nuklir hingga blokade AS terhadap selat tersebut dicabut.
Sebelumnya di sesi tersebut, dolar melonjak setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana untuk mengirim utusan senior untuk putaran kedua pembicaraan dengan Iran, sementara Teheran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan terlibat dalam negosiasi di bawah ancaman atau kondisi blokade.
Sementara itu, Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah pada hari Rabu, sebuah pertemuan yang dapat menandai sesi terakhir Jerome Powell sebagai ketua sebelum Kevin Warsh diperkirakan akan mengambil alih peran tersebut pada bulan Mei.