Dolar Menguat Seiring Lonjakan Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah
Dolar tetap menguat setelah mencapai level tertinggi tiga bulan semalam karena harga minyak melonjak akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Dolar diuntungkan dari harga minyak yang lebih tinggi karena AS merupakan pengekspor minyak bersih, sementara pasar telah mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga untuk Federal Reserve karena potensi dampak inflasi. Penghindaran risiko yang meluas akibat konflik juga mendorong dolar karena perannya sebagai aset safe-haven. Indeks dolar DXY naik 0,4% menjadi 99,389 setelah mencapai level tertinggi 99,695 semalam.