Dolar Menyentuh Level Terendah Tujuh Minggu di Tengah Harapan Kesepakatan Terkait Selat Hormuz; Yen Mempertahankan Penguatan Hasil Intervensi
Dolar AS melemah pada hari Rabu, mencapai level terendah dalam tujuh minggu, di tengah harapan adanya kemajuan menuju kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Sementara itu, pergerakan yen fluktuatif namun tetap jauh di atas level terendah empat dekade yang sempat dicapai sebelum intervensi penting pekan lalu.
Pada pukul 13.58 waktu setempat (17.58 GMT), indeks dolar AS, yang mengukur nilai mata uang tersebut terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,2% ke level 99,68, mencapai titik terendah sejak 16 Juni.
Yen bertahan di level 157 saat perhatian tertuju pada risalah rapat BoJ
Sorotan utama di pasar mata uang adalah yen Jepang. Mata uang ini sedikit menguat terhadap dolar pada hari Rabu, dengan pasangan mata uang USD/JPY terakhir tercatat turun tipis ke level 157,69.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent awal pekan ini mengonfirmasi bahwa Washington telah turun tangan dan melakukan pembelian bersama yen dengan Jepang untuk pertama kalinya sejak 2011. Ini juga merupakan kali pertama AS secara khusus turun tangan untuk memperkuat yen sejak 1998. Pada hari Selasa, Bessent mengatakan kepada CNBC bahwa AS memberikan bantuan karena pelemahan yen dapat mengganggu stabilitas pasar di seluruh Asia.
“Mengingat arus perdagangan, besarnya ekonomi, serta kontribusi mereka terhadap pasar tabungan global, memiliki yen yang stabil adalah hal yang sangat penting. Pemerintah Jepang memahami hal itu, dan kami bangga dapat mendukung mereka dalam menerapkan kebijakan serta membantu menstabilkan kawasan ini,” ujar Bessent.
Sebelum intervensi terbaru ini, yen sempat merosot ke level terendah dalam empat puluh tahun terhadap dolar di angka 164. Pelemahan yen memberikan tekanan pada ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor. Untuk mendukung yen, otoritas biasanya menjual obligasi Treasury AS—di mana Jepang merupakan pemegang asing terbesar—guna mengumpulkan dana tunai yang diperlukan untuk membeli mata uang mereka sendiri.
“Ahli strategi valuta asing kami memandang kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh BoJ sebagai hal yang diperlukan agar pemulihan yen lebih berkelanjutan,” kata Jim Reid dari Deutsche Bank, merujuk pada Bank of Japan. Pada hari Rabu, risalah rapat suku bunga terbaru Bank of Japan (BoJ) menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jepang kemungkinan akan melambat dan inflasi akan meningkat akibat guncangan harga minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
“Risalah rapat kebijakan BoJ bulan Juni yang dirilis pagi ini mengungkapkan bahwa sejumlah anggota dewan memperkirakan inflasi konsumen akan mengalami lonjakan signifikan pada paruh kedua tahun fiskal berjalan, serta menunjukkan bahwa dua dari delapan anggota dewan mendukung langkah kenaikan suku bunga yang lebih cepat,” ujar Reid.
“Data upah terbaru Jepang yang dirilis pagi ini kemungkinan akan mempertahankan tekanan bagi BoJ untuk menaikkan suku bunga,” tambahnya.
Dolar melemah di tengah data ekonomi yang lesu
Di dalam negeri, perhatian tertuju pada agenda data ekonomi. Menurut data ADP, lapangan kerja sektor swasta AS bertambah sebanyak 44.000 pada bulan Juli. Angka ini lebih rendah dari perkiraan sebesar 68.000 dan menunjukkan perlambatan dibandingkan penambahan 95.000 lapangan kerja pada bulan Juni. Laporan tersebut mencerminkan tren serupa dengan data lowongan kerja AS bulan Juni yang dirilis pada hari Selasa, serta muncul menjelang rilis data non-farm payrolls AS bulan Juli pada hari Jumat.
Dolar melemah di tengah data ekonomi yang lesu
Di dalam negeri, perhatian tertuju pada agenda data ekonomi. Menurut data ADP, lapangan kerja sektor swasta AS bertambah sebanyak 44.000 pada bulan Juli. Angka ini lebih rendah dari perkiraan sebesar 68.000 dan menunjukkan perlambatan dibandingkan penambahan 95.000 lapangan kerja pada bulan Juni. Laporan tersebut mencerminkan tren serupa dengan data lowongan kerja AS bulan Juni yang dirilis pada hari Selasa, serta muncul menjelang rilis data non-farm payrolls AS bulan Juli pada hari Jumat.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Oman mengenai selat tersebut masih berlangsung. Juru bicara Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa pernyataan bersama sedang dalam tahap peninjauan akhir dan penyusunan draf, dengan catatan bahwa “pihak ketiga tertentu” tidak “menghambat proses tersebut”; ia juga menambahkan bahwa penutupan jalur air vital itu disebabkan oleh “agresi militer” AS.
Rupee India menguat setelah bank sentral mempertahankan suku bunga
Di tempat lain, nilai tukar rupee India menguat terhadap dolar—dengan pasangan mata uang USD/INR turun 0,4% ke level 95,028—setelah Reserve Bank of India (RBI) memutuskan secara bulat untuk mempertahankan suku bunga acuan repo tetap di angka 5,25% sembari menjaga sikap kebijakan yang netral.
Dengan mempertimbangkan ketidakpastian global yang terus berlanjut serta tingginya inflasi harga pangan, RBI menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB tahun 2027 menjadi 6,7%, sembari mencatat bahwa penurunan harga minyak mentah global turut membantu meredam tekanan eksternal.