Emas dan Perak Mencapai Rekor Tertinggi di Tengah Meningkatnya Ketegangan Geopolitik
Harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi di Asia pada hari Senin, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai aset safe-haven.
Penjaga Pantai AS sedang mengejar kapal tanker minyak lain yang terlibat dalam pengangkutan minyak dari Venezuela, lapor The Wall Street Journal, mengutip tiga pejabat AS. Langkah ini dilakukan tak lama setelah AS menangkap sebuah kapal tanker minyak yang tidak termasuk dalam daftar sanksi dan setelah Presiden Trump dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Selasa memerintahkan “blokade total dan lengkap” terhadap kapal tanker yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari Venezuela.
Selain itu, pasukan AS melakukan serangan terhadap lebih dari 70 target di Suriah pada hari Jumat, sebagai balasan dari pemerintahan Trump atas serangan mendadak yang baru-baru ini menewaskan tiga warga Amerika. Pasukan Yordania juga bergabung dalam serangan tersebut, yang menargetkan infrastruktur dan situs senjata ISIS.
“Harga emas didorong oleh berbagai faktor pendukung struktural dan siklikal—termasuk siklus pelonggaran kebijakan Fed, permintaan bank sentral yang terus-menerus, dan ketidakpastian geopolitik dan kebijakan yang tinggi,” kata Christopher Wong, seorang ahli strategi FX di OCBC Global Markets Research, dalam sebuah laporan.
Harga emas spot naik 1,5% menjadi $4.404,77 per troy ounce setelah menyentuh rekor tertinggi $4.409,50 per ounce pada Senin pagi, menurut data ICE. Harga perak spot naik 2,8% menjadi $69,06 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi $69,45 per ounce pada sesi sebelumnya, data tersebut menunjukkan.
Harga logam mulia juga kemungkinan mendapat dorongan dari ekspektasi pembelian lebih lanjut oleh bank sentral dan penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.
“Kami memperkirakan dua pendorong yang sama—permintaan bank sentral yang secara struktural tinggi dan dukungan siklikal dari pemotongan suku bunga Fed—akan mengangkat harga emas lebih lanjut hingga $4.900 per ons pada Desember 2026,” kata tim Riset Komoditas Goldman Sachs dalam sebuah laporan riset. “Oleh karena itu, kami terus merekomendasikan posisi beli (long exposure) pada emas,” tambah tim tersebut.