Emas Menguat, Potensi Jebol $4,700
Harga emas dibuka dengan kisaran yang sempit pagi ini (20/1) setelah melonjak tajam ada pembukaan perdagangan Senin (19/1) ketika pasar menghadapi ancaman perang dagang transatlantic yang melibatkan AS dan Uni Eropa.
Emas menguat mendekati rekor $4.700 menyusul ancaman tarif dagang 10% terkait terhadap 8 negara Uni Eropa per 1 February.
Sementara itu, pasar AS yang kembali dibuka setelah libur Marthin Luther King Jr. dibuka anjlok pada pasar futures. Dow Jones anjlok lebih dari 500 dan berpotensi semakin volatile hingga pasar Amerika malam nanti.
Key Highlights
- Pada Selasa (20/1), volatilitas pasar global diperkirakan akan kembali meningkat karena pasar AS akan kembali dibuka setelah libur awal pekan selama peringatan Marthin Luther King Jr. Pasar masih akan merespon ancaman tarif baru AS terhadap UE.
- Presiden Trump mengumumkan tarif 10% untuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari sebagai tekanan terhadap Negara-Negara yang menghalangi akuisisi Greenland.
- Tarif baru As terhadap Uni Eropa ini akan dinaikkan menjadi 25% mulai 1 Juni. Dan Tarif akan tetap berlaku hingga AS mencapai kesepakatan untuk membeli Greenland.
- Uni Eropa (UE) dan Inggris tampaknya siap untuk membalas. UE dilaporkan sedang mempersiapkan tarif balasan hingga €93 miliar untuk barang-barang AS dan juga mempertimbangkan untuk membatasi akses perusahaan Amerika ke pasar Eropa.
- Anggota parlemen Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membekukan ratifikasi kesepakatan perdagangan yang ditandatangani Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen musim panas lalu.
- Terkait Bank Sentral, Para pejabat Federal Reserve memasuki masa larangan berbicara menjelang pertemuan 27-28 Januari, namun Ketua Fed Jerome Powell akan menghadiri sidang Gubernur Lisa Cook di Mahkamah Agung Amerika Serikat.
- Berdasarkan data Polymarket, kandidat favorit untuk menjadi Ketua Fed berikutnya adalah Kevin Warsh, karena peluangnya meningkat dari sekitar 40% menjadi 62%.
- Minggu ini, Pasar akan menampilkan rangkaian data AS diantaranya: Data perumahan, Klaim Pengangguran (Mingguan), GDP (Q3) 2025, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), dan Sentimen Konsumen.
Market Movement
Pagi ini, harga emas diperdagangkan stabil diatas $4,670 saat berita ini ditulis. Pada Senin (19/1), harga emas berakhir naik sekitar $75.76 atau 1.65% berakhir pada level $4,671.97 per ons, setelah uji tertinggi $4,690 dan $4,620.
Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak Februari diperdagangkan naik sebanyak $71.60 atau 1.56% berakhir pada $4,595.40 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir turun – tercatat melemah sekitar 35 pips atau 0.35% pada level 99.02.
Dipasar rival utama Dolar, sekeranjang matauang berisiko diperdagangkan cukup volatile sebelum berakhir melemah ditengah ketidakapstian global. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan Senin , 19 Januari 2026,
- AUDUSD : 0.66719 , -9 / -0.14%
- EURUSD : 1.15828 , -13 / -0.12%
- GBPUSD : 1.33535 , -21 / -0.16%
- NZDUSD : 0.57427 , -6 / -0.11%
- USDJPY : 157.899 , -20 / -0.12%
- USDCAD : 1.39117 , -2 / -0.02%
- USDCHF : 0.80163 , -12 / -0.15%
- USDCNH : 6.95590 , -52 / -0.07%
Sentiment
Pada Selasa (20/1), tidak ada data ekonomi AS yang akan dirilis. Pasar akan memperhatikan Pertemuan Tahunan Davos dan Perkembangan Geopolitik.