Emas Menuju Rekor Baru, Cetak Penutupan Mingguan Tertinggi Sepanjang Masa
Harga emas menguat, menuju titik rekor penutupan mingguan tertinggi sepanjang masa setelah diperdagangkan mendekati titik tertinggi dalam tujuh minggu.
Harga emas menguat karena Investor terus mengkaji prospek sektor tenaga kerja yang lemah, sambil mempertimbangkan hasil laporan inflasi Amerika yang akan dirilis hari ini (18/12).
Diluar dugaan, harga emas menguat bersamaan dengan indeks Dolar Amerika. Dolar menguat ditengah pelemahan sebagian besar rival utama ketika laporan inflasi Eropa dan Inggris menunjukkan pelemahan jelang pertemuan Bank Sentral hari ini.
Key Highlights
- Pasar global bereaksi atas laporan tenag kerja dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) dirilis mengecewakan. Diantaranya, NFP Oktober, NFP November dan Tingkat Pengangguran AS.
- US Nonfarm Payrolls (Oct): -105K, 108K previous
- US Nonfarm Payrolls (Nov): 64K, 50K forecast, -105K previous
- US Unemployment Rate (Nov): 4.6%, 4.5% forecast, 4.4% previous
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, prospek pemangkasan suku bunga 28 Januari hanya sekitar 24.4% dan 76.6% memperkirakan suku bunga tetap pada level saat ini.
- Pada Kamis (18/12), data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan November akan menjadi sorotan pasar.
- Pertemuan Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris akan dilaksanakan hari ini, dan disusul BoJ pada Jumat (19/12).
Market Movement
Pada Rabu (17/12), harga emas berakhir menguat – mencatatkan kenaikan sebanyak $36.46 atau 0.85% berakhir pada leve $4,337.99 per ons, setelah uji tertinggi $4,349 dan terendah $4,301.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (Jan) berakhir menguat pada level $4,373.90 per ons di Divisi Comex, naik sebanyak $41.60 atau 0.96%, setelah uji tertinggi $4,383 dan terendah $4,330.
Dipasar komoditas lainnya, Harga minyak mentah dunia naik karena Trump memerintahkan blokade kapal tanker minyak Venezuela yang dikenai sanksi.
Hal tersebut muncul setelah pasukan AS menyita sebuah kapal tanker minyak di perairan dekat Venezuela, dan Washington telah memerintahkan pengerahan besar-besaran pasukan militer AS di lepas pantai Venezuela dalam operasi yang dikatakan menargetkan penyelundupan narkoba.
Pemblokiran kapal tanker minyak Venezuela memicu kenaikan harga minyak karena meningkatkan risiko gangguan pasokan dan menambah gejolak geopolitik.
Berikut adalah posisi harga minyak pada penutupan perdaganan Rabu, 18 Desember 2025,
- OIL (SPOT) : $56.73 , +$1.74 / +3.16%
- WTI : $55.80 , +$0.53 / +0.96%
- BRENT : $59.68 , +$0.76 / +1.29%
Indeks Dolar AS berakhir naik sekitar 18 poin atau 0.18% berada pad level 98.40, setelah uji tertinggi 98.64 dan terendah 98.17.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko diperdagangkan melemah terhadap Dolar AS. Euro dan Poundsterling melemah terhadap dolar pada hari Jumat (12/12) karena investor bersiap menghadapi keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) hari ini.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Rabu, 18 Desember 2025,
- AUDUSD : 0.66030 , -27 / -0.41%
- EURUSD : 1.17400 , -6 / -0.05%
- GBPUSD : 1.33750 , -47 / -0.35%
- NZDUSD : 0.57745 , -8 / -0.14%
- USDJPY : 155.693 , +97 / +0.63%
- USDCAD : 1.37852 , +35 / +0.25%
- USDMXN : 17.99360 , +249 / +0.14%
- USDCHF : 0.79552 , +6 / +0.07%
- USDCNH : 7.03490 , +49 / +0.07%
Sentimen
Pada Kamis (18/12), data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan November akan menjadi sorotan pasar.