Emas Merosot, Respon Meredanya Konflik Geopolitik Di Timur Tengah
Harga emas anjlok lebih dari $100 pada Kamis malam (9/10) ketika optimisme gencatan senjata Israel dan Hamas menarik investor keluar dari safehaven utama.
Berita tersebut, juga dimanfaatkan para spekulator sebagai aksi ambil untung – dimana Indeks Dolar AS melonjak meskipun penutupan pemerintah AS terus diperpanjang.
Sementara itu, Yen Jepang melemah tajam terhadap Dolar untuk hari ke-6 ditengah prospek pelonggaran kebijakan moneter Jepang dibawah kepemimpinan PM baru Jepang.
Key Highlihts
- Shutdown pemerintah AS semakin berkepanjangan – memasuki hari ke 10 pada Jumat (10/10), terhitung sejak 1 Oktber 2025. Pemerintah Federal AS resmi ditutup sementara. Hingga saat ini, Senat menolak RUU Demokrat untuk membuka kembali pemerintahan.
- Berdasarkan jajak pendapat Kalshi, perkiraan penutupan pemerintah AS meningkat menjadi 24 hari, jika hal ini terjadi maka akan menjadi penutupan terlama kedua dalam sejarah.
- Prospek The Fed semakin rumit karena penutupan pemerintah (shutdown) mengancam penundaan data-data penting karena shutdown berkepanjangan. Sejauh ini, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan 29 Oktober tetap tinggi, berada di angka 94% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.
- BLS dilaporkan tengah bersiap untuk merilis data IHK (CPI) September meski Pemerintah Tutup
- Di Jepang, perkembangan politik sangat memengaruhi sentimen setelah Sanae Takaichi, pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang baru terpilih dan siap menjadi Perdana Menteri berikutnya, menyampaikan pernyataan yang menekankan koordinasi antara pemerintah dan Bank of Japan (BoJ).
Dalam komentarnya pada hari Kamis, Takaichi mengatakan BoJ bertanggung jawab atas kebijakan moneter tetapi “setiap keputusan yang diambilnya harus selaras dengan tujuan pemerintah.” Ia menambahkan bahwa ia tidak melihat kebutuhan mendesak untuk merevisi perjanjian bersama BoJ-Pemerintah.
Market Movement
Pada Kamis (9/10), harga emas (spot) berakhir melemah tajam lebih dari titik tertinggi sepanjang masa – mencatatkan kerugian sebesar $64.42 atau 1.59% berakhir pada level $3,975.69 per ons, setelah uji tertinggi $4,057 dan terendah $3,9943.64.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kerugian sebesar $93.90 atau 2.31% berada pada level $3,976.60 per ons di Divisi Comex, setelah uji tertinggi $4,077.90 dan terendah $3,957.90 di Divisi Comex.
Dipasar komoditas lainnya, Harga WTI berbalik arah setelah empat kenaikan dalam 3 hari berturut-turut.
Harga minyak berada di bawah tekanan jual baru dan mendekati level $61,00 per barel karena meredanya kekhawatiran geopolitik dan peningkatan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan.
Berikut adalah penutupan harga minyak pada penutupan Kamis 9 Oktober 2025,
- OIL (SPOT) : $61.07 , -$0.88 / -1.42%
- WTI : $61.52 , -$1.03 / -1.65%
- BRENT : $65.22 , -$1.03 / -1.55%
Indeks Dolar AS berakhir menguat pada Kamis (9/10) – menguat sebanyak 54 poin atau 0.55% berakhir pada level 99.40, setelah uji terendah 98.70 dan tertinggi 99.57.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir melemah ditengah perburuan Dolar. Yen Jepang melemah secara signifikan terhadap Dolar sejak awal pekan karena politik Jepang. Saat ini, Investor bersiap menghadapi kebijakan pro-stimulus di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Takaichi yang baru.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Kamis, 9 Oktober 2025,
- AUDUSD : 0.65536 , -31 / -0.48%
- EURUSD : 1.15626 , -64 / -0.55%
- GBPUSD : 1.33020 , -100 / -0.75%
- NZDUSD : 0.57449 , -44 / -0.76%
- USDJPY : 153.057 , +36 / +0.23%
- USDCAD : 1.40191 , +69 / +0.50%
- USDMXN : 18.39550 , +522 / +0.28%
- USDCHF : 0.80652 , +48 / +0.60%
- USDCNH : 7.13290 , -122 / -0.17%
Sentimen
Pada Jumat (9/10), Perkembangan Shutdown AS akan menjadi berita utama setelah penutupan pada 1 Oktober 2025. Serangkaian data AS minggu ini terancam tidak dirilis karena penutupan pemerintahan.