Emas Potensi UJi Level $5.000, Yen Jepang Dibayangi Isu Intervensi
Yen Jepang turun hampir 400 pips pada perdagangan Jumat (23/1) setelah hampir sepekan bergerak flat pada kisaran yang sempit. Yen menguat terhadap Dolar di tengah dugaan “pemeriksaan suku bunga” oleh Kementerian Keuangan Jepang (MoF), karena pelemahan Yen yang berlebihan memicu kekhawatiran intervensi.
Disisi lain, Tekanan terhadap Dolar semakin kuat karena kekhawatiran atas independensi Federal Reserve (Fed) dan kebijakan perdagangan proteksionis Presiden AS Donald Trump terus mengikis kepercayaan terhadap Dolar AS, meskipun ketegangan perdagangan AS-UE baru-baru ini mereda.
Ditengah kekacauan dunia tentang geopolitik, suku bunga dan ekonomi, pasar group logam mulia terus mendonimasi sebagai aset utama sebagai safehaven. Emas bergerak stabil mendekati $5,000 per ons dan Silver terus memecahkan rekor baru capai $103 per ons.
Key Highlights
- Tekanan Trump terhadap Negara sekutu kembali mencuat, Presiden Trump mengatakan akan mengenakan tarif 100% pada SEMUA barang dan produk Kanada jika Kanada membuat kesepakatan perdagangan dengan China.
- Survei Sentimen Konsumen oleh Universitas Michigan dilaporkan membaik pada bulan Januari, naik ke level tertinggi lima bulan di angka 56,4, dari 54 dalam perkiraan awal dan lebih baik dari perkiraan 54.
- Data S&P Global menunjukkan peningkatan moderat dalam aktivitas bisnis AS pada bulan Januari, dengan PMI Komposit awal naik tipis menjadi 52,8 dari 52,7.
- Pemerintahan AS akan kembali menghadapi ancaman shutdown, Senator Demokrat mengancam akan menutup pemerintahan AS jika pendanaan DHS dan ICE disertakan.
- Menurut jajak pendapat Polymarket, kemungkinan shutdown AS mengingkat menjadi 75% ada 31 January mendatang.
- Seputar Bank Sentral, pasar akan menhadapi pertemuan FOMC pada 27-28 Januari. Sebuah survei Reuters menunjukkan bahwa sebagian besar ekonom memperkirakan The Fed akan menghentikan siklus pelonggaran kebijakan moneternya pada pertemuan Januari. Jajak pendapat tersebut mengungkapkan bahwa sebagian besar ekonom tidak mengharapkan pelonggaran lebih lanjut selama Ketua Fed Jerome Powell memimpin bank sentral.
- Minggu ini, pasar akan memperhatikan cukup banyak data ekonomi, diantaranya: Durable Goods Orders (Senin), Trump Speaks (Selasa), FOMC (Rabu/Kamis), Jobless Claims Weekly (Kamis), PPI (Jumat).
Market Movement
Pada Jumat (23/1), harga emas kembali melambung tinggi – mendekati rekor $5,000 per ons, diperdagangkan mencapai tertinggi $4,989 per onz pada Jumat malam.
Dipasar spot, harga emas ditutup naik sebanyak $49.43 atau 1.00% berakhir pada level $4,985.52 per ons, setelah uji tertinggi $4,989 dan terendah $4,899.10. Emas naik 8.5% minggu lalu.
Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak Maret diperdagangkan naik sebanyak $42.06 atau 0.85% berakhir pada $4,983.10 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir turun – tercatat melemah sekitar 77 pips atau 0.78% pada level 98.17.
Dipasar rival utama Dolar, sekeranjang matauang berisiko diperdagangkan melonjak tajam, ditengah optimisme pasar global dan Melemahnya Dolar. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan Jumat , 23 Januari 2026,
- AUDUSD : 0.68947 , +56 / +0.81%
- EURUSD : 1.18251 , +71 / +0.61%
- GBPUSD : 1.36362 , +137 / +1.02%
- NZDUSD : 0.59456 , +22 / +0.37%
- USDJPY : 155.711 , -269 / -1.70%
- USDCAD : 1.36986 , -86 / -0.62%
- USDCHF : 0.78023 , -87 / -1.10%
- USDCNH : 6.96330 , -6 / -0.01%
Sentiment
Minggu ini, pasar akan memperhatikan cukup banyak data ekonomi, diantaranya: Durable Goods Orders (Senin), Trump Speaks (Selasa), FOMC (Rabu/Kamis), Jobless Claims Weekly (Kamis), PPI (Jumat).
Pada Senin (26/1), Pasar akan menghadapi badai ekonomi dan kebijakan Trump terkait akuisisi Greenland.
Sejauh ini, Harga emas masih berpotensi uji level $5,000 per onz pada Jumat, namun terdapat resiko terjadinya pembalikkan arah yang cukup besar setelah menyentuh level tersebut.