Emas Terkoreksi, Dolar Naik Tipis Paska Pertemuan Fed
Harga emas bergerak stabil didalam kisaran yang sempit yang terbentuk sejak dua hari terakhir. Investor nampaknya enggan mengambil resiko lebih jauh dari ketidakpastian dan panasnya konflik geopolitik global karena pasar juga dihadapkan pada pertemuan FOMC semalam.
Harga emas menguat menyusul konflik yang tak kunjung mereda di Iran-Israel bergerak mencapai tertinggi $3,400 per ons pada sesi Asia, sebelum akhirnya bergerak stabil dikisaran $3,380 jelang keputusan FOMC semalam.
Harga emas runtuh ke terendah hariannya pada $3,366 per ons, menyusul keputusan the Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah dan memproyeksikan dua kali pemangkasan pada tahun 2025.
Disisi lain, pasar juga menantikan pertemuan Trump dengan Dewan Keamanan Nasional pagi ini, seputar kemungkinan serangan AS terhadap Iran jika tidak ada kesepakatan.
Sejauh ini, kepanikan berpeluang terjadi jika serangan AS terhadap Iran terjadi. Jika hal ini benar-benar dilakukan maka harga emas dan Dolar akan menjadi tujuan safehaven utama dan harga minyak berpotensi menguat mendekat $80 per barel minggu ini.
Sementara pasar aset berisiko, termasuk matauang dan saham global berpotensi bergejolak dengan potensi penurunan yang luar biasa.
Key Highlights
- Trump mempertimbangkan untuk bergabung dengan Israel dalam serangan terhadap Iran, yang memicu kecemasan geopolitik.
- Fed tetapkan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Juni, tetap pada level 0.50% dan Federal Reserve (Fed) memperkirakan dapat menerapkan dua pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) atau satu pemangkasan sebesar 50 bps pada tahun 2025.
Market Movement
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama dunia berakhir menguat, rebound dari pada titik terendah dalam 3 tahun.
Indeks Dolar AS berakhir menguat sebanyak 8 poin atau 0.08% berakhir pada level 98.86, setelah uji tertinggi 99.01 dan terendah 98.45.
Dipasar rival utamanya, sekeranjang matauang berisiko ditutup campuran menyusul kenaikan Dolar tertahan dan tanda-tanda konflik yang semaki alot. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdagangan Rabu (18/6),
- AUDUSD : 0.65072 , +33 / +0.51%
- EURUSD : 1.14787 , -2 / -0.02%
- GBPUSD : 1.34195 , -7 / -0.05%
- NZDUSD : 0.60271 , +14 / +0.23%
- USDJPY : 145.115 , -13 / -0.09%
- USDCAD : 1.36903 , +19 / +0.14%
- USDMXN : 18.99640 , +29 / +0.02%
- USDCHF : 0.81844 , +23 / +0.29%
- USDCNH : 7.18830 , +27 / +0.04%
Pasar emas berada pada mode ‘Bertahan’, terus mendapatkan dukungan safehaven yang kuat namun bergerak melemah terbatas paska Fed tetapkan suku bunga tidak berubah.
Dipasar spot, harga emas ditutup turun sebesar $19.33 atau 0.57% berakhir pada level $3,368.51 per ons setelah uji tertinggi $3,400 dan serendah $3,362.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Agustus sebagai kontrak teraktif saat ini ditutup naik sebanyak $1.20 atau 0.04% berakhir pada level $3,408.10 per ons, setelah uji tertinggi $3,419 dan terendah $3,362 di Divisi Comex.
Harga emas berpotensi kembali menguat karena konflik belum mereda. Harga emas berpotensi stabil diatas $3500 rekor tertinggi baru sepanjang masa jika aliran safehaven semakin kuat karena resiko geopolitik global yang lebih luas.
Sentimen
Terus fokus dan waspadai gejolak harga yang luar biasa pada pembukaan minggu ini. Konflik Israel-Iran akan menjadi fokus utama pasar global selama minggu ini.
Hari ini, Pasar AS akan ditutup pada perdagangan Kamis selama ‘Juneteenth’ pasar hanya akan memperhatikan pertemuan Bank Sentral Inggris dan Swiss National Bank.