Emas Terkoreksi, Meski Sempat Uji $3,900 di Pasar Future
Sang primadona Emas tak bergeming dan justru turun pada sesi perdagangan Amerika semalam (1/10) dengan kerugian moderat setelah berita utama penutupan pemerintah AS dan lemahnya penyerapan tenaga kerja AS disektor swasta.
Sementara itu, indeks Dolar AS bergerak melemah untuk hari ke-4 berturut-turut setelah menyaksikan gejolak politik AS yang semakin memicu gelombang ketidakpastian global.
Key Highlihts
- Pemerintah Federal AS resmi ditutup dan mulai menutup operasinya karena Kongres gagal memajukan RUU pendanaan.
Apa yang terjadi ? Partai Republik menolak memasukkan perpanjangan subsidi premi Undang-Undang Perawatan Terjangkau yang ditingkatkan dalam RUU pendanaan. Sejauh ini, pasar masih terus mengawasi seberapa lama Shutdown ini akan berlangsung. Jika penutupan pemerintah terjadi berkepanjangan (lebih dari dua minggu) maka hal tersebut akan meningkatkan risiko penurunan pertumbuhan dan meningkatkan kemungkinan The Fed yang lebih akomodatif.
- Laporan tenaga kerja Swasta AS menunjukkan bahwa perekrutan di sektor swasta anjlok pada bulan September, turun sekitar 32K, lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada 50K (F) dan 54K (P).
- Rilis beberapa data ekonomi makro minggu ini yaitu Klaim Pengangguran dan Nonfarm Payrolls September berpotensi dapat ditunda kecuali pendanaan dipulihkan dan shutdown berakhir.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan 29 Oktober tetap tinggi, berada di angka 98% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin dan peluang 4% untuk mempertahankan suku bunga
Market Movement
Pada Rabu (1/10), harga emas (spot) mencatatkan kenaikan sebesar $7.26 atau 0.19% berakhir pada level $3,865.41 per ons setelah uji tertinggi $3,895 dan terendah $3,853. Harga emas telah menguat sekitar 11.92% selama periode Oktober.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kenaikan sebesar $24.30 atau 0.63% berada pada level $3,897.50 per ons di Divisi Comex, setelah uji tertinggi $3,922 dan terendah $3,880 di Divisi Comex.
Dipasar komoditas lainnya, Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 1% ke level terendah dalam empat minggu karena laporan kenaikan stok minyak mentah AS dan kini fokus beralih ke pertemuan OPEC+.
Baru-baru ini, OPEC+ dilaporkan sedang mempertimbangkan kenaikan produksi yang jauh lebih besar dari perkiraan untuk bulan November, yakni sekitar setinggi 400.000 hingga 500.000 barel per hari. Hal ini, menimbulkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan di tengah permintaan yang lemah.
Berikut adalah posisi harga minyak pada penutupan perdaganan Rabu 1 Oktober 2025,
- OIL (SPOT) : $61.53 , -$0.65 / -1.05%
- WTI : $61.78 , -$0.59 / -0.95%
- BRENT : $65.35 , -$0.68 / -1.03%
Indeks Dolar AS berakhir melemah pada sesi Rabu (1/10), berakhir turun sebanyak 9 poin atau 0.09% berakhir pada level 97.73, setelah uji terendah 97.45 dan tertinggi 97.88.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir naik merespon kerugian Dolar AS. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Rabu 1 Oktober 2025,
- AUDUSD : 0.66108 , 0 / -0.01%
- EURUSD : 1.17274 , -4 / -0.04%
- GBPUSD : 1.34731 , +32 / +0.24%
- NZDUSD : 0.58158 , +22 / +0.39%
- USDJPY : 147.089 , -82 / -0.55%
- USDCAD : 1.39360 , +17 / +0.12%
- USDMXN : 18.37810 , +765 / +0.42%
- USDCHF : 0.79702 , +13 / +0.16%
- USDCNH : 7.12290 , -6 / -0.01%
Sentimen
Perkembangan Shutdown AS akan menjadi berita utama setelah penutupan pada 1 Oktober 2025. Serangkaian data terancam tidak dirilis karena penutupan pemerintahan.