First Tick: Isyarat Global Utama yang Perlu Diperhatikan dalam Perdagangan Hari Ini
Indeks acuan India, Sensex dan Nifty, kemungkinan akan mengalami awal yang tenang pada 8 Desember, dengan isyarat datang dari GIFT Nifty, yang diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 26.316,50.
Pantau perkembangan terbaru GIFT Nifty di sini, di Moneycontrol.
Indeks acuan saham India naik tipis 0,6 persen pada hari Jumat, dipimpin oleh saham keuangan domestik yang sensitif terhadap suku bunga, setelah Bank Sentral India menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Sensex naik 447,05 poin atau 0,52 persen ke level 85.712,37, dan Nifty naik 152,70 poin atau 0,59 persen ke level 26.186,45.
Berikut kinerja pasar keuangan di seluruh dunia semalam:
GIFT Nifty (Datar)
GIFT Nifty diperdagangkan sedikit lebih rendah di kisaran 26.316,50, menunjukkan awal yang datar hingga negatif untuk hari ini.
Ekuitas Asia (Naik)
Saham-saham Asia melemah pada hari Senin karena investor bertaruh besar pada penurunan suku bunga dari Federal Reserve minggu ini, namun pertemuan tersebut bisa menjadi salah satu yang paling panas dalam beberapa tahun terakhir dengan beberapa pembuat kebijakan secara terbuka menentang pelonggaran.
Ekuitas AS (Naik)
Saham-saham AS menutup pekan perdagangan dengan sedikit kenaikan pada hari Jumat karena serangkaian data ekonomi terbaru mempertahankan ekspektasi tinggi untuk penurunan suku bunga Federal Reserve minggu depan.
Dow Jones Industrial Average naik 104,05 poin, atau 0,22%, menjadi 47.954,99, S&P 500 naik 13,28 poin, atau 0,19%, menjadi 6.870,40, dan Nasdaq Composite naik 72,99 poin, atau 0,31%, menjadi 23.578,13.
Sepanjang pekan ini, S&P 500 naik 0,31%, Nasdaq naik 0,91%, dan Dow Jones menguat 0,5%. Ketiga indeks mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut.
Imbal Hasil Obligasi AS (Flat)
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun dan Treasury 2 tahun diperdagangkan sedikit lebih rendah, masing-masing di 4,13 persen dan 3,55 persen.
Indeks Dolar (Datar)
Dolar AS stabil pada hari Senin setelah dua minggu melemah, menjelang pekan yang dipenuhi rapat bank sentral dan pertemuan utama Federal Reserve AS, di mana pemangkasan suku bunga sudah diperhitungkan, tetapi komite yang terpecah menjadi faktor yang tidak terduga.
Mata Uang Asia (Naik)
Kecuali Peso Filipina dan Ringgit Malaysia, semua mata uang Asia lainnya diperdagangkan menguat pada perdagangan awal hari Senin.
Minyak Mentah (Datar)
Harga minyak bertahan di level tertinggi dua minggu pada hari Senin karena investor memperkirakan pemangkasan suku bunga Federal Reserve minggu ini yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi, sembari memperhatikan risiko geopolitik yang mengancam pasokan minyak dari Rusia dan Venezuela.
Emas (Naik)
Perak melemah, setelah naik lebih dari 2% di sesi sebelumnya, karena arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung oleh logam tersebut mencapai minggu terkuatnya sejak Juli. Emas sedikit menguat.
Aksi Arus Dana
Investor Institusional Asing (FII) memperpanjang aksi jual mereka di bulan ini dengan menjual saham senilai Rs 438 crore pada 5 Desember, sementara Investor Institusional Domestik (DII) melanjutkan aksi beli dengan membeli saham senilai Rs 4189 crore pada hari yang sama.