Mahadana Mahadana
  • Home
  • Market News
    • Asia Market
    • US Market
    • Europe Market
  • Commodities
  • Currency
  • Daily Analysis
  • World
    • Economic Data
    • Global News
    • Business
Mahadana
 Harga Emas Bertahan di Dekat Level $4.500 Seiring Langkah Pembelian Kembali Treasury dan Risalah Rapat The Fed memengaruhi Prospek Suku Bunga
Commodities

Harga Emas Bertahan di Dekat Level $4.500 Seiring Langkah Pembelian Kembali Treasury dan Risalah Rapat The Fed memengaruhi Prospek Suku Bunga

by admin_mab 20/08/2026 0 Comment

Harga emas bertahan di kisaran level $4.500 per ons pada hari Kamis setelah sempat turun dari level tertinggi baru-baru ini. Penurunan imbal hasil (yield) obligasi Treasury jangka panjang—akibat perluasan program pembelian kembali obligasi oleh pemerintah AS—terus menopang harga emas, sementara investor mencermati kekhawatiran terbaru Federal Reserve terkait inflasi.

Dolar yang melemah dan kembali munculnya ekspektasi akan kondisi keuangan yang lebih longgar juga turut menopang harga emas, meskipun investor tetap waspada terhadap sikap Federal Reserve yang masih cenderung hawkish terkait inflasi.

Pada pukul 02.37 ET (06.37 GMT), pasangan XAU/USD turun 0,7% menjadi $4.491,95 per ons, sementara harga emas berjangka (Gold Futures) naik tipis 0,1% menjadi $4.549,14. Pasangan XAG/USD naik 0,1% menjadi $67,08 per ons, sedangkan XPT/USD turun 0,8% menjadi $1.807,32. Indeks Dolar AS tidak banyak berubah di angka 98,82.

Pembelian kembali Treasury mendorong penurunan imbal hasil dan menopang harga emas

Pergerakan harga emas terkini dipicu oleh pengumuman tak terduga dari Departemen Keuangan AS (Treasury) yang menyatakan akan melipatgandakan skala operasi dukungan likuiditas tertentu terkait utang pemerintah jangka panjang. Peningkatan permintaan ini membantu menekan turun imbal hasil Treasury jangka panjang, sehingga memberikan dorongan baru bagi harga emas setelah sempat melonjak lebih dari 4% pada hari Rabu.

Kaitan ini penting karena emas tidak menghasilkan bunga. Saat imbal hasil Treasury naik, obligasi menawarkan aliran pendapatan yang lebih menarik bagi investor dibandingkan dengan memegang emas. Sebaliknya, saat imbal hasil turun, biaya peluang (opportunity cost) tersebut berkurang, sehingga emas menjadi relatif lebih menarik.

Nilai dolar juga tetap tertahan, yang semakin mendukung harga logam mulia (yang diperdagangkan dalam dolar) karena membuatnya lebih murah bagi pembeli dari luar negeri.

Langkah ini terjadi di tengah kekhawatiran yang lebih luas mengenai kondisi keuangan pemerintah AS. Menurut Departemen Keuangan, total utang pemerintah AS kini telah melampaui angka $40 triliun untuk pertama kalinya. Hal ini memicu peringatan baru bahwa posisi fiskal negara tersebut bisa semakin sulit dikelola, mengingat belanja untuk program sosial dan biaya bunga tumbuh lebih cepat daripada pendapatan negara, termasuk setelah adanya pemotongan pajak. Para analis ANZ menyatakan bahwa program pembelian kembali (buyback) Departemen Keuangan yang lebih besar merupakan sinyal bahwa para pembuat kebijakan ingin menurunkan biaya pinjaman. Menurut mereka, prospek kondisi keuangan yang lebih longgar yang dihasilkan dari langkah tersebut biasanya menciptakan situasi yang menguntungkan bagi emas.

ANZ juga mencatat bahwa harga emas batangan telah mulai pulih setelah sempat menyentuh level $4.000 per ons bulan lalu, didorong oleh kembali meningkatnya permintaan investor dan aksi pembelian oleh bank sentral.

Risiko inflasi terkait The Fed dan permintaan bank sentral tetap menjadi sorotan

Lingkungan dengan imbal hasil (yield) yang lebih rendah memberikan dukungan, namun risalah pertemuan terbaru Federal Reserve menunjukkan bahwa inflasi masih menjadi kendala signifikan bagi para pembuat kebijakan.

Risalah pertemuan bulan Juli menunjukkan bahwa beberapa pejabat The Fed siap untuk menaikkan suku bunga, sementara banyak yang berpendapat bahwa kenaikan suku bunga akan diperlukan jika inflasi tidak bergerak turun menuju target 2% yang ditetapkan bank sentral.

Kendati demikian, pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 67,3% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan bulan September, dibandingkan dengan peluang kenaikan suku bunga sebesar 32,7%, menurut data CME FedWatch.

Keseimbangan kebijakan tersebut akan tetap menjadi faktor penting bagi emas. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya membebani harga logam mulia ini karena meningkatkan imbal hasil yang dapat diperoleh investor dari aset-aset yang menghasilkan bunga, sedangkan lingkungan kebijakan yang lebih akomodatif cenderung mengurangi kerugian tersebut.

Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi juga turut menopang permintaan jangka panjang. Survei World Gold Council menemukan bahwa 45% bank sentral berencana meningkatkan cadangan emas mereka, dengan alasan utama berupa meningkatnya inflasi dan ketidakpastian geopolitik.

Tags: harga emas bertahan
Previous post
Next post

admin_mab

editor

Latest News
Europe Market

FTSE 100 Mencapai Level Terendah Sejak Juni

08/10/2026
Asia Market

Sentimen Konsumen Indonesia Melandai pada Bulan September

08/10/2026
Asia Market

Saham di Tiongkok Mencapai Level Terendah dalam 9 Minggu

08/10/2026
Currency

Rupiah Bertahan di Kisaran Rp17.900 di Tengah Kekuatan Dolar

08/10/2026
Currency

Dolar Australia Bertahan di Dekat Level Terendah dalam Beberapa Pekan

08/10/2026
Related Market News
Commodities

Harga Emas Bertahan di Level Tinggi di Tengah

by admin_mab 21/09/2026

Harga emas bertahan di atas level $4.350 per ons pada hari Senin setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Pergerakan

Harga Emas
Commodities

Harga Emas Bertahan di Dekat $4.400; Data Tenaga

by admin_mab 07/09/2026

Harga emas bertahan di kisaran $4.400 per ons pada hari Senin, seiring data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari

harga emas
Commodities

Harga Emas Bertahan di Dekat $4.500 Setelah Reli

by admin_mab 04/09/2026

Harga emas bertahan di dekat $4.500 per ons pada hari Jumat setelah melonjak 2% pada sesi sebelumnya, sementara para pedagang

Mahadana Mahadana

Mahadana News

MahadanaNews.com sebagai website resmi PT Mahadana Asta Berjangka menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, namun tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut.

PT. Mahadana Asta Berjangka adalah Pialang Berjangka yang memiliki ijin dan berada dibawah naungan Bappebti, merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

Link Terkait

Tentang Kami
Produk Trading
Bursa Berjangka Jakarta
Kliring Berjangka Indonesia

Our Office

  • Axa Tower, Jakarta
  • Graha Aktiva, Jakarta
  • Pontianak, Kalimantan Barat

Download Trading Platform

© Copyright 2026. PT. Mahadana Asta Berjangka. All rights reserved.