Mahadana Mahadana
  • Home
  • Market News
    • Asia Market
    • US Market
    • Europe Market
  • Commodities
  • Currency
  • Daily Analysis
  • World
    • Economic Data
    • Global News
    • Business
Mahadana
 Harga Emas Naik Mendekati $4.450 Seiring Meredupnya Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Fed, Pelemahan Dolar, dan Berlanjutnya Risiko
Commodities

Harga Emas Naik Mendekati $4.450 Seiring Meredupnya Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Fed, Pelemahan Dolar, dan Berlanjutnya Risiko

by admin_mab 18/08/2026 0 Comment

Harga emas bertahan di dekat level $4.400 per ons pada hari Selasa karena data ekonomi AS yang lebih lemah terus mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan Federal Reserve, sementara ketegangan baru di Timur Tengah menopang permintaan emas meskipun imbal hasil (yield) Treasury meningkat.

Pada pukul 20.44 ET (00.44 GMT), XAU/USD naik 0,3% menjadi $4.429,49 per ons, sementara Emas Berjangka (Gold Futures) menguat 0,3% menjadi $4.486,07. XAG/USD naik 0,8% menjadi $66,28 per ons, sedangkan XPT/USD naik tipis 0,2% menjadi $1.776,29. Indeks Dolar AS tidak banyak berubah di kisaran 99,57.

Data yang lebih lemah meredam spekulasi kenaikan suku bunga Fed; dolar menyentuh level terendah dalam tiga bulan

Emas telah menguat sekitar 1,5% selama dua sesi terakhir, dengan kenaikan terbaru ini memperpanjang pemulihan dari area $4.000 per ons. Data ekonomi AS yang lebih lemah telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut, sehingga melemahkan dolar dan menghilangkan dua faktor penghambat yang sebelumnya berkontribusi pada koreksi harga emas.

Kontrak swap suku bunga juga tidak lagi sepenuhnya memperhitungkan adanya kenaikan suku bunga Fed tambahan sebelum akhir tahun, berbeda dengan pekan lalu ketika pasar telah mengantisipasi kenaikan lanjutan menjelang akhir tahun.

Prospek kenaikan suku bunga yang lebih sedikit umumnya mendukung emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding). Pada saat yang sama, imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun naik ke level tertinggi dalam hampir dua dekade, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap peningkatan belanja pemerintah, penerbitan utang jangka panjang dalam jumlah besar, dan inflasi.

Kombinasi yang tidak biasa ini masih dapat mendukung emas karena investor mencari perlindungan dari beban utang pemerintah yang lebih tinggi, meskipun imbal hasil yang tinggi biasanya membuat emas menjadi kurang menarik.

Pemulihan harga emas juga telah membawanya kembali ke dekat rata-rata pergerakan (moving average) 100 hari, level yang sempat ditembus ke atas pada pekan lalu untuk pertama kalinya sejak April. Logam mulia ini terus bergerak di sekitar level tersebut. Para investor akan kembali mencermati pandangan The Fed pada hari Rabu, saat risalah rapat kebijakan bulan Juli dijadwalkan rilis. Perhatian kemudian akan beralih pada komentar Ketua Kevin Warsh dalam simposium tahunan The Fed di Jackson Hole akhir bulan ini.
Ketegangan di Timur Tengah menjaga permintaan akibat faktor geopolitik tetap ada

Data AS yang lebih lemah tidak menghilangkan risiko inflasi. Konflik yang kembali memanas di Lebanon menambah ketidakpastian kawasan, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak tertarik memperpanjang gencatan senjata sementara dengan Iran yang disepakati pada bulan Juni.

Ketegangan juga masih tinggi di sekitar Selat Hormuz, tempat serangan terhadap kapal-kapal terus mengganggu aktivitas pelayaran. Gangguan berkepanjangan dapat kembali mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi, sehingga meningkatkan risiko bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan yang lebih ketat dalam jangka waktu lebih lama.

Di tengah situasi tersebut, emas menunjukkan ketahanan yang lebih kuat terhadap kenaikan imbal hasil (yield), yang mengindikasikan bahwa permintaan akibat faktor geopolitik turut meredam sebagian tekanan yang biasanya muncul dari pasar suku bunga.

Tiongkok tetap menjadi sumber dukungan lainnya. Pemulihan harga emas hingga melampaui ambang batas $4.000 sebagian didorong oleh minat investor yang kembali tumbuh serta peningkatan pembelian oleh bank sentral, khususnya dari Tiongkok.

Tony Sycamore, analis pasar senior di IG, mengatakan bahwa pergerakan terkini emas mengisyaratkan logam mulia ini mungkin sedang membentuk level dasar di sekitar titik terendah akhir Juni yang mendekati $3.942.

Menurutnya, emas kini perlu menembus level resistansi tren turun di kisaran $4.440-$4.450—yang ditarik dari rekor tertinggi akhir Januari di dekat $5.602—sebelum akhirnya melampaui rata-rata pergerakan (moving average) 200 hari di kisaran $4.503. Pergerakan yang konsisten melewati kedua area resistansi tersebut akan memperkuat skenario pemulihan yang lebih luas menuju level $5.000.

Tags: Harga emas naik
Previous post
Next post

admin_mab

editor

Latest News
Currency

Dolar Berada di Level Tertinggi dalam Hampir Dua Minggu Seiring

15/09/2026
US Market

Kontrak Berjangka AS Bergerak Datar Saat Pasar Mencermati Perlamabatan Pengembangan

15/09/2026
Europe Market

Bursa Eropa Turun Akibat Seruan Jeda Keamanan AI; Spekulasi Suku

14/09/2026
Europe Market

FTSE 100 Hari Ini; Saham Menguat Seiring Kenaikan Harga Minyak

14/09/2026
Currency

Mata Uang Asia Melemah Seiring Penguatan Dolar, Yen Bertahan di

14/09/2026
Related Market News
komoditi emas
Commodities

Harga Emas Kembali Naik Mendekati 4.350 Dolar Setelah

by admin_mab 11/09/2026

Data PPI yang lebih tinggi dan harga minyak memicu kembali spekulasi kenaikan suku bunga The Fed Harga emas masih berpotensi

harga emas
Commodities

Harga Emas Kembali Naik Seiring Melemahnya Dolar, Namun

by admin_mab 09/09/2026

Harga emas naik pada hari Rabu setelah sempat turun selama tiga sesi berturut-turut; pelemahan dolar memberikan sedikit dukungan, sementara ketegangan

Commodities

Harga Emas Naik Melampaui 4.400 Seiring Melemahnya Dolar

by admin_mab 03/09/2026

Harga emas naik pada hari Kamis, kembali ke atas level $4.400 per ons setelah mencatat kenaikan 1% pada sesi sebelumnya.

Mahadana Mahadana

Mahadana News

MahadanaNews.com sebagai website resmi PT Mahadana Asta Berjangka menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, namun tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut.

PT. Mahadana Asta Berjangka adalah Pialang Berjangka yang memiliki ijin dan berada dibawah naungan Bappebti, merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

Link Terkait

Tentang Kami
Produk Trading
Bursa Berjangka Jakarta
Kliring Berjangka Indonesia

Our Office

  • Axa Tower, Jakarta
  • Graha Aktiva, Jakarta
  • Pontianak, Kalimantan Barat

Download Trading Platform

© Copyright 2026. PT. Mahadana Asta Berjangka. All rights reserved.