Mahadana Mahadana
  • Home
  • Market News
    • Asia Market
    • US Market
    • Europe Market
  • Commodities
  • Currency
  • Daily Analysis
  • World
    • Economic Data
    • Global News
    • Business
Mahadana
 Harga Emas Turun ke Level Terendah dalam 3 Minggu Akibat Ketegangan Iran yang Memicu Kenaikan Harga Minyak dan Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Commodities

Harga Emas Turun ke Level Terendah dalam 3 Minggu Akibat Ketegangan Iran yang Memicu Kenaikan Harga Minyak dan Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed

by admin_mab 02/09/2026 0 Comment

Harga emas kembali turun pada hari Rabu, mencapai level terendah dalam lebih dari tiga minggu seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak serta memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi.

Pada pukul 01.52 ET (05.52 GMT), XAU/USD turun 0,4% menjadi $4.311,83 per ons, sementara Emas Berjangka (Gold Futures) turun 0,9% menjadi $4.358,24. XAG/USD turun 0,4% menjadi $63,82 per ons, sedangkan XPT/USD turun 0,4% menjadi $1.736,87. Indeks Dolar AS naik 0,1% menjadi 99,77.

Eskalasi konflik Iran mendorong harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed

Harga emas kini telah turun selama empat sesi berturut-turut dan merosot sekitar 8% dari level tertinggi minggu lalu di dekat angka $4.700. Kondisi ini membawa harga emas ke level terendah dalam dua minggu, karena kenaikan harga minyak, imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi, dan dolar yang menguat meningkatkan risiko inflasi akan tetap tinggi.

Tekanan terbaru ini muncul setelah serangkaian serangan baru AS terhadap target-target di Iran pada hari Selasa. Teheran menyatakan telah melakukan serangan balasan, yang menandai eskalasi tajam setelah hampir satu bulan situasi relatif tenang.

Minyak mentah Brent naik di atas $95 per barel dan minyak mentah AS naik di atas $91, seiring para pedagang menilai risiko bahwa konflik berkepanjangan dapat mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz.

Harga minyak yang lebih tinggi berdampak signifikan bagi emas karena biaya energi dapat berdampak langsung pada inflasi. Hal ini dapat mendorong Federal Reserve untuk meningkatkan kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut. Pasar kini memperkirakan adanya peluang hampir 70% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan tanggal 15 hingga 16 September.

Pergeseran sentimen ini terjadi menyusul pesan bernada hawkish dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole pekan lalu, serta peringatan terbaru dari para pejabat The Fed bahwa inflasi bisa saja tetap tinggi dan sulit turun. Gubernur The Fed, Michael Barr, pada hari Selasa menyatakan bahwa para pembuat kebijakan harus siap menaikkan suku bunga jika inflasi tidak mereda. Ia memperingatkan bahwa tekanan harga dapat menjadi permanen setelah bertahan di atas target The Fed selama lebih dari lima tahun.
Aksi jual obligasi global melemahkan reli obligasi Treasury

Dampak kejutan inflasi juga terasa di pasar obligasi global. Imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS tenor panjang telah kembali naik ke tingkat yang terlihat sebelum intervensi tak terduga Departemen Keuangan bulan lalu, sehingga menghapus sebagian besar dampak awal dari langkah tersebut.

Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun naik melampaui 5,28% pada hari Selasa, kembali ke tingkat yang tercatat sebelum Menteri Keuangan Scott Bessent mengumumkan perluasan program pembelian kembali (buyback) pada 19 Agustus.

Tren ini juga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai pasar utama, dengan imbal hasil global mencapai tingkat tertinggi sejak 2008. Nilai dolar menguat seiring dengan aksi jual tersebut, yang menciptakan hambatan tambahan karena mata uang AS yang lebih kuat membuat harga emas—yang dipatok dalam dolar—menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.

Penurunan harga emas baru-baru ini terjadi setelah kenaikan hampir 10% pada bulan Agustus, yang merupakan kinerja bulanan terbaik sejak Januari. Reli tersebut sempat menguat setelah Departemen Keuangan meningkatkan pembelian kembali obligasi dan memicu kembali sentimen perdagangan terkait penurunan nilai mata uang (debasement trade), yang mencerminkan kekhawatiran akan peningkatan utang negara dan potensi depresiasi mata uang.

ANZ menyatakan bahwa intervensi likuiditas Departemen Keuangan pada awalnya mendorong investor untuk meningkatkan kepemilikan emas mereka. Namun, pembalikan arah pada imbal hasil dan nilai dolar baru-baru ini telah meredam momentum tersebut, meskipun ANZ memperkirakan bahwa tema penurunan nilai mata uang secara umum akan terus menarik minat pembeli.

Secara teknikal, harga emas juga mengalami tekanan lebih lanjut setelah menembus ke bawah rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average), sebuah level yang banyak dipantau sebagai indikator momentum jangka panjang.

Tags: harga emas turun
Previous post
Next post

admin_mab

editor

Latest News
Currency

Dolar Berada di Level Tertinggi dalam Hampir Dua Minggu Seiring

15/09/2026
US Market

Kontrak Berjangka AS Bergerak Datar Saat Pasar Mencermati Perlamabatan Pengembangan

15/09/2026
Europe Market

Bursa Eropa Turun Akibat Seruan Jeda Keamanan AI; Spekulasi Suku

14/09/2026
Europe Market

FTSE 100 Hari Ini; Saham Menguat Seiring Kenaikan Harga Minyak

14/09/2026
Currency

Mata Uang Asia Melemah Seiring Penguatan Dolar, Yen Bertahan di

14/09/2026
Related Market News
harga emas
Commodities

Harga Emas Turun karena Inflasi AS yang Lebih

by admin_mab 14/09/2026

Harga emas sedikit melemah pada hari Senin setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal

Commodities

Harga Emas Turun Tipis Namun Tetaap Mendekati Level

by admin_mab 26/08/2026

Harga emas turun tipis pada hari Rabu namun tetap bertahan di dekat level tertinggi tiga bulan, karena penurunan harga minyak

harga emas
Commodities

Harga Emas Turun di Bawah $4.400 Akibat Arah

by admin_mab 14/08/2026

Harga emas sedikit melemah pada hari Jumat setelah turun dari level tertinggi dalam 10 minggu, saat para investor menimbang prospek

Mahadana Mahadana

Mahadana News

MahadanaNews.com sebagai website resmi PT Mahadana Asta Berjangka menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, namun tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut.

PT. Mahadana Asta Berjangka adalah Pialang Berjangka yang memiliki ijin dan berada dibawah naungan Bappebti, merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

Link Terkait

Tentang Kami
Produk Trading
Bursa Berjangka Jakarta
Kliring Berjangka Indonesia

Our Office

  • Axa Tower, Jakarta
  • Graha Aktiva, Jakarta
  • Pontianak, Kalimantan Barat

Download Trading Platform

© Copyright 2026. PT. Mahadana Asta Berjangka. All rights reserved.