Mahadana Mahadana
  • Home
  • Market News
    • Asia Market
    • US Market
    • Europe Market
  • Commodities
  • Currency
  • Daily Analysis
  • World
    • Economic Data
    • Global News
    • Business
Mahadana
 Harga Emas Turun Tipis Namun Tetaap Mendekati Level Tertinggi dalam Tiga Bulan Seiring Penurunan Harga Minyak dan Imbal Hasil Obligasi
Commodities

Harga Emas Turun Tipis Namun Tetaap Mendekati Level Tertinggi dalam Tiga Bulan Seiring Penurunan Harga Minyak dan Imbal Hasil Obligasi

by admin_mab 26/08/2026 0 Comment

Harga emas turun tipis pada hari Rabu namun tetap bertahan di dekat level tertinggi tiga bulan, karena penurunan harga minyak dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) meredakan kekhawatiran inflasi, sementara Iran dan Oman membahas kemungkinan pembukaan kembali sementara Selat Hormuz.

Pada pukul 20.52 ET (00.52 GMT), XAU/USD turun 0,5% menjadi $4.637,24 per ons, membuat emas berada di jalur untuk mengakhiri tren kenaikan selama empat sesi berturut-turut, sementara harga emas berjangka (Gold Futures) tidak banyak berubah di angka $4.694,04. XAG/USD turun 0,2% menjadi $68,48 per ons, sedangkan XPT/USD turun 0,2% menjadi $1.859,14. Indeks Dolar AS tidak banyak berubah di level 98,90.

Penurunan imbal hasil dan harga minyak menjaga harga emas tetap tertopang

Emas telah mencatat kenaikan lebih dari 7% selama sepekan terakhir, menjaganya tetap dekat dengan level tertinggi tiga bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Dukungan terbaru ini muncul seiring turunnya imbal hasil Treasury AS dan melandainya harga minyak, yang mengurangi sebagian tekanan inflasi yang dapat membuat Federal Reserve lebih enggan menurunkan suku bunga.

Imbal hasil Treasury turun sekitar 5 hingga 7 basis poin di seluruh kurva pada hari Selasa, sementara harga minyak turun di tengah meningkatnya optimisme bahwa konflik Timur Tengah dapat mereda. Iran dan Oman mengadakan pembicaraan mengenai pembentukan “koridor maritim gabungan sementara” yang dapat memungkinkan dimulainya kembali sebagian aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Penurunan harga minyak penting bagi emas karena biaya energi turut memengaruhi inflasi. Jika harga minyak naik tajam, Federal Reserve mungkin menghadapi tekanan lebih besar untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi. Hal ini dapat membebani emas karena emas tidak memberikan bunga, sehingga kurang menarik dibandingkan aset-aset yang menghasilkan imbal hasil.

Kenaikan harga baru-baru ini juga kembali menyoroti perdagangan yang didorong oleh kekhawatiran penurunan nilai mata uang akibat kebijakan utang Treasury (Treasury-driven debasement trade). Analis ANZ menyatakan bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent tidak memberikan sinyal baru mengenai perubahan manajemen utang yang diumumkan pekan lalu, meskipun terdapat laporan yang menyebutkan bahwa Departemen Keuangan dapat menggunakan sebagian saldo kasnya untuk mendanai pembelian kembali (buyback) surat berharga lama yang memiliki imbal hasil lebih tinggi. Warsh dan data inflasi PCE menjadi ujian kebijakan berikutnya

Para investor kini mencermati dua katalis utama bagi emas: data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu, serta pidato penting pertama Warsh sebagai Ketua The Fed dalam simposium Jackson Hole pada hari Jumat.

Laporan PCE akan memberikan gambaran terkini mengenai kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi. Presiden The Fed wilayah Boston, Susan Collins, menyatakan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini, dengan catatan bahwa inflasi terus bergerak menuju target 2% yang ditetapkan bank sentral.

Sementara itu, pidato Warsh di Jackson Hole dapat memberikan indikasi lebih jelas mengenai pandangan The Fed terkait keseimbangan antara inflasi yang persisten dan prospek ekonomi secara keseluruhan.

Pidato ini sangat penting karena para pelaku pasar menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai kapan The Fed bersedia menyesuaikan kebijakan sebagai respons terhadap inflasi. Warsh sempat menuai kritik akibat kurangnya kejelasan mengenai pandangan ekonominya, sehingga penampilannya pada hari Jumat berpotensi menjadi sinyal penting bagi pasar.

Tren kenaikan harga emas baru-baru ini juga telah menghidupkan kembali strategi investasi yang didorong oleh kekhawatiran akan penurunan nilai mata uang (debasement trade), yang sebelumnya turut mendongkrak harga emas pada tahun 2025. Investor semakin beralih ke emas sebagai alternatif selain surat utang negara dan mata uang konvensional di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai defisit pemerintah, kebijakan fiskal, serta daya beli mata uang fiat.

Tags: harga emas turun
Previous post
Next post

admin_mab

editor

Latest News
Europe Market

FTSE 100 Mencapai Level Terendah Sejak Juni

08/10/2026
Asia Market

Sentimen Konsumen Indonesia Melandai pada Bulan September

08/10/2026
Asia Market

Saham di Tiongkok Mencapai Level Terendah dalam 9 Minggu

08/10/2026
Currency

Rupiah Bertahan di Kisaran Rp17.900 di Tengah Kekuatan Dolar

08/10/2026
Currency

Dolar Australia Bertahan di Dekat Level Terendah dalam Beberapa Pekan

08/10/2026
Related Market News
Commodities

Harga Emas Tertekan di Dekat Level Terendah dalam

by admin_mab 08/10/2026

Harga emas diperdagangkan di kisaran $4.100 per ons pada hari Kamis, bertahan di dekat level terendahnya sejak awal Agustus, seiring

Commodities

Harga Emas Turun ke Level Terendah dalam 7

by admin_mab 28/09/2026

Harga emas turun ke kisaran $4.200 per ons pada hari Senin, mencapai level terendah dalam tujuh pekan, karena macetnya negosiasi

harga emas
Commodities

Harga Emas Turun karena Inflasi AS yang Lebih

by admin_mab 14/09/2026

Harga emas sedikit melemah pada hari Senin setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal

Mahadana Mahadana

Mahadana News

MahadanaNews.com sebagai website resmi PT Mahadana Asta Berjangka menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, namun tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut.

PT. Mahadana Asta Berjangka adalah Pialang Berjangka yang memiliki ijin dan berada dibawah naungan Bappebti, merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

Link Terkait

Tentang Kami
Produk Trading
Bursa Berjangka Jakarta
Kliring Berjangka Indonesia

Our Office

  • Axa Tower, Jakarta
  • Graha Aktiva, Jakarta
  • Pontianak, Kalimantan Barat

Download Trading Platform

© Copyright 2026. PT. Mahadana Asta Berjangka. All rights reserved.