Harga Minyak Sawit Dibuka Lebih Tinggi karena Harga Minyak Kedelai yang Lebih Kuat, Pasar Menunggu Data Survei Kargo
Kontrak berjangka minyak sawit Malaysia dibuka lebih tinggi pada hari Senin, didorong oleh harga minyak kedelai yang lebih kuat, sementara pasar menunggu data ekspor dari survei kargo untuk arah lebih lanjut.
Kontrak minyak sawit acuan untuk pengiriman Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 29 ringgit, atau 0,74%, menjadi 3.934 ringgit ($965,16) per metrik ton pada perdagangan awal.
FUNDAMENTAL
- Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian (DBYcv1) naik 0,18%, sementara kontrak minyak sawitnya CPO1! turun 0,22%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade ZL1! naik 0,39%.
- Harga minyak sawit mengikuti pergerakan harga minyak nabati saingannya, karena bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
- Harga minyak naik pada perdagangan awal setelah AS mencegat kapal tanker minyak Venezuela pada akhir pekan. O/R
- Harga minyak mentah berjangka yang lebih kuat menjadikan minyak sawit sebagai pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel.
- Perusahaan survei kargo Intertek Testing Services (ITS) memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Desember naik 2,4% dari bulan sebelumnya, sementara perkiraan ekspor AmSpec Agri Malaysia diperkirakan akan dirilis kemudian hari.
- Indonesia memulai uji jalan dua minggu lalu untuk biodiesel yang mengandung 50% minyak sawit, campuran yang dikenal sebagai B50, dengan penggunaan wajib B50 kemungkinan akan dimulai pada paruh kedua tahun 2026, kata Menteri Energi Bahlil Lahadalia.
- Ringgit USDMYR, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,05% terhadap dolar, membuat komoditas tersebut sedikit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.
- Minyak sawit mungkin akan menguji level support di 3.885 ringgit per ton, dan jika menembus level tersebut, harga bisa turun ke 3.832 ringgit, kata analis teknikal Reuters, Wang Tao. TEKNOLOGI/C
BERITA PASAR
- Pasar saham Asia naik pada hari Senin mengikuti kenaikan yang didorong oleh sektor teknologi di Wall Street, sementara yen terpuruk di level terendah sepanjang masa terhadap euro dan franc Swiss karena kenaikan suku bunga di dalam negeri tidak menghalangi para penjual spekulatif. PASAR/GLOBAL
DATA/PERISTIWA
0700 PDB Inggris QQ, YY Q3
($1 = 4,0760 ringgit)