IHSG Akhiri Reli 10 Hari, Ditutup di 6.334; Asing Lepas Saham Bank dan Tambang
IHSG menutup perdagangan Rabu (22/7/2026) dengan koreksi tipis, mengakhiri tren penguatan yang telah berlangsung selama sepuluh hari perdagangan beruntun. Aksi ambil untung (profit taking) investor menjadi pemicu utama setelah indeks sempat melesat lebih dari 12% sepanjang bulan Juli.
Penutupan IHSG
IHSG ditutup melemah 5,54 poin atau 0,09% ke level 6.334,48, setelah sempat dibuka menguat 0,41% mendekati level 6.400 di awal sesi. Indeks LQ45 ikut terkoreksi lebih dalam, turun 0,86% ke posisi 631,14.
Koreksi ini terjadi di tengah pelemahan rupiah yang berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS, serta keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung 21–22 Juli 2026.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp18,55 triliun, volume 46,42 miliar saham, dan lebih dari 2,7 juta kali transaksi. Sebanyak 272 saham menguat, 340 saham melemah, dan 184 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp11.092,97 triliun.
Sektor yang Disorot
Meski indeks utama melemah, sejumlah sektor justru menghijau, dipimpin oleh:
- Teknologi: +1,58% — sektor dengan penguatan terbesar
- Barang konsumer primer: +0,78%
- Properti dan real estate: +0,68%
- Perindustrian: +0,63%
- Barang konsumer non-primer: +0,47%
- Energi: +0,22%
- Keuangan: +0,18%
Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi pemberat utama IHSG hari ini, bersama sejumlah saham berkapitalisasi besar dari sektor tambang dan perbankan yang menjadi sasaran aksi jual asing.
Di jajaran saham individu, Amman Mineral Internasional Tbk PT (JK:AMMN) tercatat sebagai top loser di indeks Jakarta Stock Exchange LQ45, sementara Hartadinata Abadi Tbk PT (JK:HRTA) melesat 3,86% ke Rp2.020 dan Medco Energi Internasional Tbk (JK:MEDC) naik 3,53% ke Rp1.320, menjadi top gainers.
Ke Mana Uang Mengalir?
Data Bursa Efek Indonesia mencatat investor asing membukukan net sell Rp1,11 triliun pada perdagangan kemarin — pembalikan arah setelah beberapa hari sebelumnya asing rutin mencatatkan net buy (Rp1,99 triliun secara kumulatif sejak 16–21 Juli).
Top net sell asing:
- Dian Swastatika Sentosa Tbk (JK:DSSA): Rp230 miliar
- Bank Rakyat Indonesia Persero (JK:BBRI): Rp141 miliar
- Astra International Tbk (JK:ASII) : Rp137 miliar
- Amman Mineral Internasional Tbk PT (JK:AMMN): Rp134 miliar
- Chandra Asri Petrochemical Tbk (JK:TPIA): Rp132 miliar
Top net buy asing:
- Timah Tbk PT (JK:TINS): Rp56 miliar
- Antam (Persero) Tbk PT (JK:ANTM): Rp49 miliar
- Bakrie & Brothers Tbk (JK:BNBR): Rp44 miliar
Menurut riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG murni disebabkan aksi ambil untung setelah reli panjang, bukan perubahan tren fundamental. Secara teknikal, IHSG dinilai masih berada dalam tren positif karena bergerak di atas Moving Average (MA) 5 dan MA20, dengan histogram MACD yang masih berada di area positif. Tim riset Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang menuju 6.400 pada perdagangan Kamis (23/7/2026).
Dampak Wall Street ke IHSG
Sentimen dari bursa Amerika Serikat turut menjadi perhatian pelaku pasar menjelang pembukaan perdagangan IHSG hari ini. Pada penutupan Rabu waktu AS, tiga indeks utama Wall Street bergerak variatif dan cenderung tertekan:
- S&P 500 melemah 0,14% ke 7.498,96
- Nasdaq Composite turun 0,57% ke 25.690,90
- Dow Jones Industrial Average nyaris flat, turun tipis 0,01% ke 52.218,58
Koreksi ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia — Brent naik sekitar 3,4% ke atas USWTI naik sekitar 3% ke US” data-index-in-node=”88″>$94 per barel dan WTI naik sekitar 3% ke US$86,83 — akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang menekan saham-saham sensitif terhadap biaya energi. Pasar juga tengah menanti hasil laporan keuangan raksasa teknologi AS, termasuk Alphabet dan Tesla yang dirilis setelah penutupan pasar. Saham Alphabet sempat tertekan di sesi setelah jam bursa akibat proyeksi belanja modal (capex) yang lebih besar dari perkiraan, sementara Tesla mencatatkan laba di bawah ekspektasi analis.
Kombinasi kenaikan harga minyak dan kekhawatiran seputar besarnya belanja modal raksasa teknologi AI berpotensi membawa sentimen hati-hati ke bursa Asia, termasuk IHSG, pada perdagangan Kamis (23/7/2026) — terutama bagi saham-saham berbasis energi dan teknologi yang selama ini menjadi motor penguatan indeks domestik.