Indonesia Menawarkan Tender untuk Delapan Blok Minyak dan Gas Baru
Indonesia mengumumkan putaran tender blok minyak dan gas pada hari Senin, menawarkan delapan blok baru kepada kontraktor, menurut dokumen Kementerian Energi, di tengah upaya untuk meningkatkan cadangan energi.
Produksi minyak dan gas Indonesia telah mengalami penurunan dalam dekade terakhir karena cadangan yang menipis, dan pemerintah telah berjanji untuk menawarkan puluhan blok baru dalam beberapa tahun mendatang untuk membalikkan tren tersebut.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada hari Senin menawarkan blok Tapah, Nawasena, dan Mabelo, dengan batas waktu pengajuan penawaran hingga 5 Februari 2026.
Blok minyak dan gas Tapah di darat, di provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, diperkirakan memiliki cadangan minyak sebesar 439,5 juta barel dan gas sebesar 23 miliar kaki kubik, kata pejabat kementerian Laode Sulaeman dalam acara yang disiarkan langsung.
Blok Nawasena, yang terletak di darat dan lepas pantai provinsi Jawa Timur, diperkirakan memiliki cadangan minyak sebesar 1,313 miliar barel, katanya.
Kementerian juga menawarkan blok Arwana III, Tuah Tanah, Rangkas, Akimeugah I, dan Akimeugah II.
Blok Rangkas, lokasi darat yang terletak di provinsi Banten dan Jawa Barat, diperkirakan memiliki cadangan minyak sebesar 874 juta barel atau gas sebesar 789 miliar kaki kubik.
Blok Akimeugah I dan Akimeugah II, yang terletak di provinsi Papua Selatan dan Pegunungan Papua, masing-masing diperkirakan memiliki cadangan minyak sebesar 15 miliar barel.
Kementerian mengatakan blok minyak dan gas Gagah di wilayah selatan Sumatera telah diberikan kepada PT Proteknik Utama.