Inflasi Indonesia Diperkirakan Normal
Inflasi Indonesia diperkirakan akan normal pada bulan Maret seiring memudarnya efek dasar, demikian menurut ekonom UOB, Enrico Tanuwidjaja dan Vincentius Ming Shen dalam sebuah catatan. Meskipun angka CPI utama bulan Februari melebihi target bank sentral sebesar 1,5%-3,5%, pendorongnya dipandang sebagai nonstruktural dan tidak mungkin mengubah kebijakan Bank Indonesia terkait suku bunga, kata mereka.
Inflasi pangan tetap menjadi risiko utama, tetapi pemerintah dan bank sentral bekerja sama untuk mengatasinya, catat para ekonom tersebut. Agresi militer baru-baru ini di Timur Tengah dapat menimbulkan beberapa risiko. UOB memperkirakan kenaikan harga minyak mentah Brent sebesar 15% secara berkelanjutan selama tiga kuartal berikutnya akan menambah sekitar 0,32 poin persentase pada inflasi. Inflasi mungkin rata-rata 2,8%-2,9% tahun ini, mendekati batas atas kisaran target BI, tambahnya.