Intervensi Jepang Menstabilkan Yen di Tengah Pelemahan Dolar
Yen Jepang bertahan stabil pada hari Rabu menyusul upaya intervensi, sementara dolar diperdagangkan mendekati level terendah dalam enam minggu terhadap mata uang lainnya seiring munculnya kembali harapan akan berakhirnya perang di Iran yang mengurangi permintaan terhadap aset safe-haven.
Yen terakhir tercatat menguat 0,15% di posisi 157,53 per dolar, mencatatkan kenaikan tipis setelah sempat turun 0,4% pada hari Selasa. Pada hari Senin, mata uang ini mencapai level 155,2 per dolar, pulih dari titik terlemahnya dalam 40 tahun di kisaran 164 per dolar yang tercatat seminggu sebelumnya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Selasa menyatakan bahwa AS akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk mendukung upaya Jepang dalam menstabilkan yen. Pernyataannya tersebut senada dengan langkah mantan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi, yang menyampaikan janji serupa pada tahun 2012 untuk mempertahankan mata uang euro selama krisis utang kawasan tersebut.
Dolar mencapai titik terendah terhadap mata uang Jepang dalam tiga bulan terakhir setelah adanya aksi pembelian bersama oleh Tokyo dan Washington pada hari Jumat. Langkah ini menandai intervensi pembelian yen pertama yang dilakukan oleh otoritas AS sejak tahun 1998. Dolar kembali melemah pada hari Senin.
Laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve dalam waktu dekat.