Investor Buru Safehaven Respon Konflik Venezuela
Pasar keuangan global bergejolak selama perdagangan awal pekan atas respon terhadap konflik Venezuela yang menyita perhatian dunia.
Pasar safehaven utama Emas, Dolar dan Yen Jepang terus diburu investor memicu korelasi yang tidak biasa.
Emas diperdagangkan naik bersama dengan Dolar sepanjang sesi perdagangan sebelum akhirnya Dolar tertekan oleh penguatan Yen karena ekpektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh BoJ.
Key Highlights
- Gempar penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores oleh Amerika Serikat menyita perhatian. Maduro menghadapi tuduhan perdagangan narkoba dan bersekutu dengan kartel narkoba, seperti Kartel Sinaloa Meksiko dan Tren de Aragua, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asing oleh Gedung Putih.
- Konflik semakin menarik ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS akan sementara “mengelola” Venezuela.
- Terbaru, Maduro ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn dan akan menghadapi tuduhan terorisme narkoba dan kepemilikan senjata penghancur.
- Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington mungkin akan melakukan intervensi militer baru jika presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, tidak memenuhi tuntutannya.
- Prospek suku bunga globalllll berpotensi meningkatkan aksi carry-trade atau aksi mengambil keuntungan dari perbedaan tingkat suku bunga antar negara. Hal ini dipicu oleh prospek suku bunga yang lebih rendah dari the Fed dan BOE dan potensi kenaikan suku bunga BoJ.
- Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda mengatakan bahwa “Kenaikan suku bunga kemungkinan akan berlanjut jika tren ekonomi dan inflasi selaras dengan proyeksi kami.”
- Laporan PMI ManufakturAS oleh ISM dirilis mengecewakan, melemah ke level 47.9 dari 48.2 selama periode Desember.
- Hingga sepekan kedepan, pasar akan terfokus pada rangkaian data tenaga kerja Amerika yang akan dirilis mulai Rabu hingga Jumat.
Market Movement
Volatilitas pasar global akan meningkat pada pekan ini khususnya minyak merespon rangakaian berita fundamental global yang menggemparkan selama akhir pekan.
Pada Senin (5/1), harga emas berakhir menguat tajam meski kenaikan cenderung perlahan namun pasti karena fundamental ekonomi BOJ menahan laju kenaikannya. Harga emas (Spot) diperdagangkan luas pada kisaran $4,455 – $4,345, sebelum akhirnya ditutup pada level $4,455.77 per ons, naik sekitar $114.04 atau 2.63%.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (Jan) berakhir naik pada level $4,451.50 per ons di Divisi Comex, melonjak sebanyak $121.90 atau 2.82%.
Indeks Dolar AS berakhir turun sekitar 14 poin atau 0.14% berkhir pada level 98.32, setelah uji tertinggi 98.86 dan terendah 98.25.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko diperdagangkan campuran terhadap Dolar AS.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Senin, 5 Januari 2026,
- AUDUSD : 0.67126 , +21 / +0.31%
- EURUSD : 1.17207 , +2 / +0.02%
- GBPUSD : 1.35390 , +82 / +0.61%
- NZDUSD : 0.57875 , +21 / +0.37%
- USDJPY : 156.373 , -46 / -0.29%
- USDCAD : 1.37684 , +39 / +0.28%
- USDMXN : 17.91750 , +163 / +0.09%
- USDCHF : 0.79155 , -7 / -0.08%
- USDCNH : 6.97760 , +157 / +0.23%
Sentimen
Pada Selasa (6/1), fokus pasar akan tertuju pada rangkaian data ekonomi PMI Jasa Eropa dan Amerika.