Kontrak Berjangka AS Melonjak 1% Setelah Laporan Tentang Trump Mempertimbangkan Deeskalasi Iran
Kontrak berjangka indeks saham AS naik tajam pada Senin malam, membalikkan kerugian awal setelah laporan Wall Street Journal menunjukkan Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk mengakhiri perang di Iran tanpa membuka kembali Selat Hormuz.
Kontrak berjangka naik setelah sesi yang sebagian besar negatif di Wall Street, karena Trump terus mengancam Iran terkait penerimaan gencatan senjata dan pembukaan kembali Hormuz, sementara saham teknologi terus mengalami penurunan.
Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,9% menjadi 6.446,75 poin pada pukul 21:43 ET (01:43 GMT). Kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 1% menjadi 23.364,0 poin, sementara kontrak berjangka Dow Jones naik 1% menjadi 45.902,0 poin.
Trump Mempertimbangkan Mengakhiri Perang Iran Tanpa Pembukaan Kembali Selat Hormuz – WSJ
Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa ia bersedia mengakhiri perang di Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup, demikian laporan Wall Street Journal pada Senin malam, mengutip komentar dari para pejabat pemerintahan.
Trump dan para ajudannya menilai bahwa misi untuk membuka kembali selat tersebut kemungkinan akan memperpanjang jangka waktu awal konflik selama empat hingga enam minggu. Ia memutuskan bahwa AS harus mencapai tujuan utamanya yaitu melumpuhkan angkatan laut dan persediaan rudal Iran serta mengakhiri permusuhan saat ini, demikian laporan WSJ.
Washington kemudian akan menekan Teheran secara diplomatik untuk membuka kembali selat tersebut, dan kemungkinan juga akan mendesak sekutu di Eropa dan Teluk untuk memimpin pembukaan kembali selat tersebut, demikian laporan WSJ.
Trump Mempertimbangkan Mengakhiri Perang Iran Tanpa Pembukaan Kembali Selat Hormuz – WSJ
Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa ia bersedia mengakhiri perang di Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup, demikian laporan Wall Street Journal pada Senin malam, mengutip komentar dari para pejabat pemerintahan.
Trump dan para pembantunya menilai bahwa misi untuk membuka kembali selat tersebut kemungkinan akan memperpanjang jangka waktu awal konflik yang semula empat hingga enam minggu. Ia memutuskan bahwa AS harus mencapai tujuan utamanya yaitu melumpuhkan angkatan laut dan persediaan rudal Iran serta mengakhiri permusuhan saat ini, menurut laporan WSJ.
Washington kemudian akan menekan Teheran secara diplomatik untuk membuka kembali selat tersebut, dan kemungkinan juga akan mendesak sekutu di Eropa dan Teluk untuk memimpin pembukaan kembali selat tersebut, lapor WSJ.