Kontrak Berjangka AS Stabil Saat Pasar Mencerna Risiko Suku Bunga dan Eskalasi Ketegangan dengan Iran
Kontrak berjangka indeks saham AS bergerak stabil pada Senin malam di tengah sikap hati-hati yang terus berlanjut terkait potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve dan kembali memanasnya ketegangan dengan Iran.
Kontrak berjangka S&P 500 stabil di level 7.702,75 poin, kontrak berjangka Nasdaq 100 tidak berubah di 29.505,0 poin, dan kontrak berjangka Dow Jones naik tipis ke 53.287,0 poin pada pukul 19.50 ET (23.50 GMT).
Kontrak berjangka stabil setelah sesi perdagangan negatif di Wall Street, di mana kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury dan pemulihan harga minyak menekan aset-aset berisiko. Sikap waspada menjelang rilis data penting nonfarm payrolls pada hari Jumat juga membuat investor cenderung menahan diri untuk bertransaksi.
Wall Street khawatir akibat lonjakan harga minyak di tengah eskalasi ketegangan AS-Iran
Harga minyak melonjak tajam pada hari Senin setelah AS dan Iran tampak kembali terlibat dalam permusuhan militer untuk pertama kalinya dalam sebulan, yang mengindikasikan berlanjutnya gangguan pasokan.
Perkembangan ini memicu keraguan yang kian besar terhadap upaya perdamaian di Timur Tengah, terutama setelah Washington menjatuhkan sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap Teheran pekan lalu.
Selat Hormuz tetap dalam kondisi tertutup, dengan data terbaru menunjukkan aktivitas pelayaran hanya mencapai sebagian kecil dari tingkat sebelum konflik terjadi.
Lonjakan harga minyak juga turut memicu kekhawatiran mengenai inflasi yang sulit turun (sticky inflation), yang pada gilirannya dapat mendorong Federal Reserve untuk mengambil sikap kebijakan yang lebih ketat (hawkish).
Indeks S&P 500 turun 0,3% pada hari Senin. Indeks NASDAQ Composite turun 0,1%, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,7%.