Lolos Meja Senat, RUU Anggaran Sementara AS Bersiap Maju Meja DPR
Harga emas menguat! kembali meraih angka $4,100 per ons, naik lebih dari 2% ketika shutdwon AS memasuki hari ke-40 d diperkirakan akan berlanjut hingga dua hari kedepan karena pasar masih harus menunggu hasil keputusan DPR.
Sementara Dolar AS berakhir doji setelah diperdagangkan tanpa arah yang jelas. Tertekan oleh penutupan pemerintah yang melewati hari ke-40 dan sedikit diuntungkan dari meningkatnya harapan akan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah federal setelah RUU lolos di meja Senat.
Shutdown yang berkepanjangan mengancam ekonomi AS lumpuh karena PHK Masal dan terhentinya aktivitas ekonomi diberbagai sektor.
Key Highlights
- Shutdown AS telah memasuki penutupan terlama dalam sejarah politik Amerika Serikat – melebihi shutdown terlama sebelumnya pada tahun 2019. Penutupan pemerintahan telah memasuki hari ke-42 pada 11 November 2025.
- Pada Senin (10/11) Senate AS memberikan suara 60–40 untuk memajukan RUU pembukaan kembali pemerintahan AS.
- Dewan Perwakilan Rakyat AS berencana mengadakan pemungutan suara pada hari Rabu untuk membuka kembali Pemerintah Federal AS.
- Peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desember adalah sebesar 61% turun 68% pada awal pekan ini, prospeknya stabil diatas 60% akibat data PHK melonjak ke level tertinggi dalam 20 tahun minggu lalu.
- Permintaan emas dari bank sentral terus meningkat selama bulan Oktober. Data World Gold Council (WGC) memperlihatkan bahwa ETF Emas mencatat arus masuk sebesar 54,9 ton pada bulan Oktober, dipimpin oleh permintaan yang kuat dari Amerika Utara (+47,2 ton) dan Asia (+44,8 ton), sementara Eropa melihat arus keluar sebesar 37,4 ton.
Market Movement
Pada Senin (10/11), Harga emas (spot) berakhir menguat tajam – menguji kembali titik $4,100 per ons.
Dipasar spot, harga emas mencatatkan kenaikan sebesar $115.05 atau 2.88% berakhir pada level $4,115.12 per ons , setelah uji tertinggi $4,116 dan terendah $3,997.
Dengan latar politik AS, prospek jangka pendek emas tampak ‘netral’ hingga cenderung ‘bearish’. Faktor pendorong kenaikan adalah prospek shutdown AS yang akan mencatatkan sejarah baru.
Faktor pendorong penurunan adalah shutdown AS yang diperkirakan dapat segera berakhir setelah penutupan berkepanjangan karena berpotensi memicu kerusakan sistem pemerintah.
Dalam jangka panjang, faktor seperti permintaan bank sentral dan ketidakpastian geopolitik masih tetap ada.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kenaikan sebesar $112.20 atau 2.80% berakhir pada level $4,122.00 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir datar – mencatatkan kenaikan tipis hanya sebesar 7 poin atau 0.07% berakhir pada level 99.62. Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir menguat, merespon pelemahan Dolar.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Senin, 10 November 2025,
- AUDUSD : 0.65344 , +42 / +0.65%
- EURUSD : 1.15564 , -5 / -0.04%
- GBPUSD : 1.31727 , +16 / +0.12%
- NZDUSD : 0.56444 , +21 / +0.37%
- USDJPY : 154.134 , +73 / +0.48%
- USDCAD : 1.40179 , -22 / -0.16%
- USDMXN : 18.39020 , -565 / -0.31%
- USDCHF : 0.80489 , -1 / -0.01%
- USDCNH : 7.11530 , -26 / -0.04%
Sentimen
Pada Selasa (11/11), pasar akan menantikan perkembangan atas persiapan pembukaan kembali pemerintahan AS setelah lolos meja Senat dan menunggu hasil sidang DPR yang dijadwalkan pada Rabu (12/11).