Minggu terakhir 2025, Jadi Minggu Yang Singkat Namun Bergairah
Harga emas memperburuk penurunan hariannya pada sesi perdagangan Amerika semalam (29/12), anjlok hampir $250 setelah mencetak rekor tertinggi baru pada hari Jumat.
Bersamaan dengan Emas, Pasar Silver turun dari titik tertinggi sepanjang – setelah menyentuh level $90 yang juga menandai kenaikan harian dan tahunan terbesar sejak 1979.
Aksi Profit taking mendominasi sentimen pasar dan bahkan mengabaikan korelasinya terhadap Dolar AS yang justru bergerak tenang dengan kenaikan ditipis.
Dolar bergerak stabil bahkan hanya bergerak pada kisaran yang tidak lebih dari 30pips.
Key Highlights
- Aksi profit taking pada pasar logam utama sebagai safehaven, terjadi dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik, menyusul perundingan terbaru Trump dan Vlamidir Putin.
- Pasar secara luas, mengabaikan laporan perumahan Pending Home Sales AS yang dirilis turun sebesar 0.30% pada periode November, lebih baik dari perkiraan -0.4%.
- Perdagangan minggu terakhir tahun ini, akan menjadi minggu yang singkat namun bergairah, pasar akan terus memperhatikan probabilitas suku bunga the Fed.
- Investor fokus pada kapan Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga lebih lanjut dan seberapa besar. Sejauh ini, investor memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan Januari hanya sebesar 15.5%. Sedangkan potensi pemangkasan suku bunga pertama tahun 2026 diperkirakan akan dilakukan pada Maret. Dengan probabilitas sekitar 53.3%.
- Pasar juga menunggu nominasi ketua Fed baru oleh Presiden Donald Trump ysng diperkirakan akan diumumkan pada minggu pertama 2026.
- Masa jabatan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, akan berakhir pada Mei.
Market Movement
Pada Senin (29/12), harga emas anjlok lebih dari 5% sebelum akhirnya hanya mencatatkan kerugian 4.4% atau sekitar $199.46 berakhir pada level $4,331.71 per ons, setelah uji tertinggi $4,549 dan terendah $4,301.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (Jan) berakhir melemah pada level $4,343.60 per ons di Divisi Comex, turun sebanyak $192.30 atau 4.24%. Setelah uji tertinggi $4,581 dan terendah $4,316.
Perak menciptakan pergerakkan yang luar biasa, naik lebih dari 14% pada sesi Asia, menandai rekor tertinggi baru sepanjang sejarah – sebelum akhirnya terkoreksi ke terendah $70.495 pada sesi Amerika semalam. Silver berakhir pada angka $72.192 , anjlok sebanyak $7.04 atau -8.89%.
Indeks Dolar AS berakhir turun tipis sekitar 2 poin atau 0.02% berada pada level 98.01, setelah uji tertinggi 98.18 dan terendah 97.91.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko diperdagangkan campuran terhadap Dolar AS.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Senin, 29 Desember 2025,
- AUDUSD : 0.66916 , -21 / -0.31%
- EURUSD : 1.17724 , +4 / +0.04%
- GBPUSD : 1.35091 , +13 / +0.10%
- NZDUSD : 0.58032 , -23 / -0.40%
- USDJPY : 156.030 , -52 / -0.33%
- USDCAD : 1.36873 , +17 / +0.12%
- USDMXN : 17.98340 , +466 / +0.26%
- USDCHF : 0.78891 , -4 / -0.06%
- USDCNH : 6.99230 , -88 / -0.13%
Sentimen
Minggu ini akan menjadi minggu yang singkat karena libur tahun baru 2026. Fokus pasar akan tertuju pada pembacaan risalah pertemuan FOMC Desember yang akan dirilis pada Rabu malam atau Kamis dini hari.