Ngeri-Ngeri Sedap, Emas Jebol $4,750
Harga emas dan perak menembus level tertinggi baru, dengan emas tembus $4,766 per ons dan perak capai $95.84 pada perdagangan sesi Amerika semalam (20/1).
Harga emas terlihat terus menguat tanpa jeda setelah pasar kembali dibuka setelah libur baru merespon kekacauan Trump terkait tarif dan ketegangan geopolitik.
Sementara itu, Indeks Dolar AS (USD) terus melemah di sesi perdagangan Amerika dan berakhir di sekitar 98.38.
Key Highlights
- Imbal hasil Obligasi global meningkat menyusul lelang obligasi 20tahun AS yang lesu dan situasi politik Jepang memanas jelang pemilu lebih awal yang dijadwalkan pada 8 Februari mendatang.
- Narasi perdagangan “Jual Amerika” mendorong dolar AS dan ekuitas turun, dan imbal hasil AS naik karena pasar uang tampaknya terus kehilangan kepercayaan pada AS. Perlu diingat bahwa, Resesi keuangan 2008 terjadi dengan ditandainya kenaikan yield obligasi suatu negara.
- Terbaru dalam konflik AS-EU, Presiden AS Donald Trump mengungkap bahwa Denmark tidak mampu melindungi Greenland secara memadai dan mengatakan mereka akan membahas masalah ini di Davos. Trump juga mencatat bahwa ia akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanye Prancis jika Prancis menolak untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza.
- Akhir pekan lalu, Presiden Trump mengumumkan tarif 10% untuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari sebagai tekanan terhadap Negara-Negara yang menghalangi akuisisi Greenland.
- Tarif baru As terhadap Uni Eropa ini akan dinaikkan menjadi 25% mulai 1 Juni. Dan Tarif akan tetap berlaku hingga AS mencapai kesepakatan untuk membeli Greenland.
- Uni Eropa (UE) dan Inggris tampaknya siap untuk membalas. UE dilaporkan sedang mempersiapkan tarif balasan hingga €93 miliar untuk barang-barang AS dan juga mempertimbangkan untuk membatasi akses perusahaan Amerika ke pasar Eropa.
- Anggota parlemen Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membekukan ratifikasi kesepakatan perdagangan yang ditandatangani Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen musim panas lalu.
- Terkait Bank Sentral, Para pejabat Federal Reserve memasuki masa larangan berbicara menjelang pertemuan 27-28 Januari, namun Ketua Fed Jerome Powell akan menghadiri sidang Gubernur Lisa Cook di Mahkamah Agung Amerika Serikat.
- Berdasarkan data Polymarket, kandidat favorit untuk menjadi Ketua Fed berikutnya adalah Kevin Warsh, karena peluangnya meningkat dari sekitar 40% menjadi 62%.
- Pada Rabu (21/1), Pasar akan memperhatikan press konference President AS Donald Trump pada Davos.
Market Movement
Pada Selasa (20/1), harga emas melambung tinggi – berakhir naik sebanyak $91.41 atau 1.96% pada level $4,763.38 per ons.
Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak Maret diperdagangkan naik sebanyak $102.10 atau 2.19% berakhir pada $4,769.10 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir turun – tercatat melemah sekitar 82 pips atau 0.83% pada level 98.38.
Dipasar rival utama Dolar, sekeranjang matauang berisiko diperdagangkan cukup volatile sebelum berakhir meenguat ditengah kerugian Dolar dan ketidakapstian global. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan Selasa , 20 Januari 2026,
- AUDUSD : 0.67349 , +22 / +0.33%
- EURUSD : 1.17240 , +79 / +0.68%
- GBPUSD : 1.34372 , +13 / +0.10%
- NZDUSD : 0.58313 , +34 / +0.58%
- USDJPY : 158.134 , +4 / +0.02%
- USDCAD : 1.38341 , -33 / -0.24%
- USDCHF : 0.78968 , -75 / -0.94%
- USDCNH : 6.96120 , -29 / -0.04%
Sentiment
Pada Rabu (21/1), Pasar akan memperhatikan press konference President AS Donald Trump pada Davos.