Pasar Nantikan Rilis FOMC Dan Data EKonomi AS
Pulih dari penurunan awal sesi, Harga emas berakir menguat menyusul serangkaian data tenaga kerja AS yang mulai dirilis – menggeser sedikit arah pemangkasan suku bunga Desember namun tetap dibawah 50%.
Disisi lain, Dolar AS nampak bergerak pada kisaran yang sempit karena investor terlihat berhati-hati dan tidak banyak merespon data yang telah dirilis karena dinilai masih terlalu banyak yang tertunda.
Key Highlights
- Klaim Pengangguran Awal untuk pekan yang berakhir 18 Oktober dirilis naik mencapai 232K. Angka tersebut dirilis lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya 223K (F) dan 219K (P). Data tidak banyak dilirik karena masih terdapat 4 pekan yang tertinggal.
- Taruhan terhadap pemangkasan suku bunga the Fed sedikit bergeser setelah data awal klaim pengangguran AS . Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, prospek pemangkasan sedikit naik menjadi sebesar 46% dari 43% pada Senin.
- Laporan Nonfarm Payrolls dijadwalkan akan dirilis pada hari Kamis (20/11). Data berpotensi ‘suram’, karena laporan ADP terbaru selama penutupan pemerintah cenderung negatif. ADP mengungkapkan bahwa perusahaan swasta banyak memangkas tenaga kerja dan laporan Challenger minggu lalu menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan AS mengurangi 153.074 tenaga kerja pada bulan Oktober.
- Malam ini, FOMC akan merilis risalah pertemuan bulan lalu. FOMC akan memberikan petunjuk tentang seberapa terpecahnya bank sentral mengenai keputusan kebijakan moneter yang akan datang.
- Terbaru, Trump berkicau tetang Powell di Oval Office. Dalam wawancaranya, Trump mengungkapkan ‘ingin sekali Ketua Fed Powell keluar sekarang juga’ dan menambahkan bahwa ‘Kami memiliki beberapa nama yang mengejutkan untuk ketua Fed’.
Market Movement
Pada Selasa (18/11), Harga emas bergerak melemah diawal sesi Asia sebelum akhirnya pulig dan ditutup lebih tinggi. Emas mencatatkan kenaikan sebesar $22.47 atau 0.56% berakhir pada level $4,066.61 per ons, setelah uji tertinggi $4,082 dan terendah $3,998.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kerugian sebesar $8.00 atau 0.20% berakhir pada level $4,066.50 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir menguat – mencatatkan keuntungan sebesar 6 poin atau 0.06% berakhir pada level 99.59, setelah uji terendah 99.66 dan tertinggi 99.40. Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir campuran.
Yen Jepang (JPY) menjadi sorotan setelah melemah terhadap Dolar AS (USD) sejak awal pekan karena kebijakan fiskal ekspansif Jepang di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi. Dorongan pemerintah untuk pengeluaran skala besar dan keengganan Bank of Japan (BoJ) untuk bergerak menuju pengetatan kebijakan membuat Yen terus tertekan.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Selasa, 18 November 2025,
- AUDUSD : 0.65058 , +14 / +0.22%
- EURUSD : 1.15778 , -12 / -0.11%
- GBPUSD : 1.31439 , -9 / -0.07%
- NZDUSD : 0.56568 , 0 / 0.00%
- USDJPY : 155.510 , +28 / +0.18%
- USDCAD : 1.39875 , -66 / -0.47%
- USDMXN : 18.33300 , -894 / -0.49%
- USDCHF : 0.79951 , +36 / +0.45%
- USDCNH : 7.10360 , +17 / +0.02%
Sentimen
Pada Rabu (19/11), Pasar akan menantikan pertemuan FOMC yang akan merilis risalah pertemuan bulan lalu. Beberapa data akan mewarnai pergerakkan pasar diantaranya : Inflasi Eropa, Inflasi Inggris, Data Perumahan AS dan Neraca Perdagangan AS.