Perak Stabil di Tengah Data AS yang Kuat
Perak bertahan di kisaran $48,1 per ons pada hari Kamis, setelah mengalami kenaikan baru-baru ini karena investor mencerna data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Laporan ADP menunjukkan bahwa perusahaan swasta menambah 42.000 lapangan kerja pada bulan Oktober, melampaui perkiraan dan menggarisbawahi ketahanan pasar tenaga kerja, sementara PMI Jasa ISM naik ke level tertinggi dalam delapan bulan.
Tanda-tanda kekuatan ekonomi memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan berhati-hati dalam pemangkasan suku bunga lebih lanjut, meskipun penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung telah menunda rilis data penting.
Pasar sekarang memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps sebesar 62% pada bulan Desember, turun tajam dari lebih dari 90% sebelum pertemuan FOMC minggu lalu.
Bulan lalu, perak sempat mencapai rekor tertinggi di tengah short squeeze dan krisis likuiditas di London sebelum melemah karena kondisi kembali normal dan investor melakukan aksi ambil untung.