Pojok Komoditas: Minyak Mentah Melonjak di Tengah Ketegangan Timur Tengah; Emas Turun karena Dolar Menguat
Pasar komoditas diperdagangkan lebih tinggi pada 11 Mei, dengan minyak mentah, logam dasar, dan logam mulia bereaksi terhadap isyarat makroekonomi global, pergerakan mata uang, dan sinyal permintaan dari ekonomi utama.
Minyak mentah Brent melonjak hampir 5 persen menjadi sekitar $105 per barel setelah ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah. Harga minyak naik setelah Presiden Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri konflik 10 minggu di sekitar Selat Hormuz, menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan dan tekanan inflasi.
Di segmen logam dasar, tren tetap beragam. Bijih besi diperdagangkan 1 persen lebih tinggi di tengah permintaan yang stabil, sementara aluminium dan seng juga naik.
Di logam mulia, emas spot turun 0,4 persen menjadi $4.697,85 per ons, sementara perak turun 0,1 persen menjadi $80,24 per ons. Platinum dan paladium juga diperdagangkan lebih rendah. Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,1 persen, menekan harga emas.
Harga emas berada di bawah tekanan setelah Trump menolak tawaran perdamaian terbaru Iran, yang meningkatkan kekhawatiran seputar konflik di Selat Hormuz dan memicu kekhawatiran akan tekanan inflasi yang berkepanjangan. Serangan akhir pekan di Timur Tengah semakin menyoroti kerapuhan gencatan senjata yang dimulai pada 8 April. Serangan drone pada hari Minggu sempat membakar sebuah kapal kargo di lepas pantai Qatar di Teluk Persia, sementara Uni Emirat Arab dan Kuwait mengatakan mereka telah mencegat drone musuh.
Di pasar domestik, MCX Gold diperdagangkan sedikit lebih rendah, sementara MCX Silver naik 0,2 persen.
Para pelaku pasar kini mengamati dengan cermat data makroekonomi dan perkembangan bank sentral yang akan datang. Data inflasi harga konsumen yang akan dirilis pada hari Selasa diperkirakan akan memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi tetap menjadi tantangan bagi dolar AS, setelah kenaikan bulanan terbesar pada bulan Maret sejak 2022.
Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan menyelesaikan masa jabatannya minggu ini. Masa jabatannya ditandai dengan penolakan terhadap pengaruh politik, sementara kekhawatiran seputar independensi Federal Reserve sebelumnya mendukung reli harga emas tahun ini.
Data terbaru menunjukkan bahwa pemberi kerja di AS menambah lapangan kerja untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan April, menandai peningkatan lapangan kerja berturut-turut pertama dalam hampir setahun, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3 persen. Data tersebut memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam jangka pendek karena para pembuat kebijakan menilai risiko inflasi baru yang muncul dari konflik Iran.