Profit Taking, Harga Emas Anjlok Susul Penguatan Dolar
Harga emas terkoreksi tajam selama sesi perdagagan Kamis (18/9), melemah dari tertinggi $3,707 sepanjang masa ke terendah $3,627 sejak pertemuan FOMC pada Kamis dini hari. Pelemahan semakin diperkuat oleh data Klaim Pengangguran AS yang cukup positif.
Indeks Dolar AS rebound, pulih dari titik terendah dalam 3 tahun dtengah proyeksi pertumbuhan ekonomi AS yang direvisi naik dalam pertemuan FOMC.
Key Highlights
- Klaim Pengangguran AS dirilis turun pada kisaran 231K dalam sepekan terakhir, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 240K (F) dan turun dari sebelumnya 263K ( P).
- Federal Reserve AS memangkas suku bunga Bank sebanyak 25basispoint menjadi 4.25% pada pertemuan FOMC Rabu malam (17/9).
- Keputusan pemangkasan suku bunga September tidak sepenuhnya bulat karena Gubernur The Fed, Stephen Miran, memilih pemangkasan sebesar 50 bps seperti yang diperkirakan. Hal ini, membuka peluang pelonggaran berikutnya untuk tahun 2025.
- The Fed merevisi proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) AS menjadi sebesar 1,6% tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,4%. Untuk tahun 2026, perekonomian diperkirakan tumbuh sebesar 1,8%, di atas 1,6% yang diperkirakan pada bulan Juni.
- Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap di angka 4,5% pada akhir tahun 2025, sesuai dengan angka perkiraan sebelumnya. Untuk tahun 2026, pengangguran kemungkinan akan turun menjadi 4,4%, di bawah proyeksi bulan Juni sebesar 4,5%.
- Bank of England mempertahankan Suku Bunga Bank tetap pada level 4.00% seperti yang diharapkan, dengan suara terbagi 7-2. BoE juga mengurangi skala Pengetatan Kuantitatif (Quantitative Tightening/QT) dari £100 miliar menjadi £70 miliar.
Market Movement
Dipasar spot, harga emas mencatatkan kerugian sebesar $12.51 atau 0.34% berakhir pada level $3,644.32 per ons setelah uji tertinggi $3,673 dan terendah $3,627.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kerugian sebesar $39.50 atau 1.06% berada pada level $3,678.30 per ons, setelah uji tertinggi $3,707 dan terendah $3,660 di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir menguat tajam pada perdagangan kamis (17/9), berakhir naik sebanyak 33 poin atau 0.34% berakhir pada level 97.36, setelah uji terendah 96.84 dan tertinggi 97.61.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir turun merespon pulihnya Dolar AS. GBP/USD melemah ke level terendah mingguannya setelah Bank sentral Inggris menetapkan suku bunga tidak berubah dan mengurangi skala QT.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Kamis 18 Septebmer 2025,
- AUDUSD : 0.66097 , -41 / -0.62%
- EURUSD : 1.17819 , -29 / -0.25%
- GBPUSD : 1.35505 , -73 / -0.54%
- NZDUSD : 0.58811 , -74 / -1.24%
- USDJPY : 147.985 , +121 / +0.83%
- USDCAD : 1.37975 , +26 / +0.19%
- USDMXN : 18.35410 , +459 / +0.25%
- USDCHF : 0.79242 , +37 / +0.47%
- USDCNH : 7.10330 , +68 / +0.10%
Sentimen
Pada Jumat (19/9), fokus pada akan bergeser pada pertemuan Bank of Japan. Tidak ada data selama sesi perdagangan Amerika dan pasar hanya akan terfokus pada Penjualan Ritel Inggris dan Pertemuan Uni Eropa.