Prospek Pemangkasan Suku Bunga Memudar, Emas Terseret Turun
Harga emas bergejolak selama sesi perdagangan awal pekan (17/11), mencoba menguat ditengah prospek stimulus ekonomi dari bank-bank sentral utama dunia selama sesi Asia namun gagal dan berakhir turun.
Kenaikan moderat Dolar AS tampak membebani sentimen kenaikan emas lebih lanjut karena komentar hawkish member Fed dan memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed jelang data kunci tenaga kerja AS minggu ini.
Key Highlights
- Ekonomi menghadapi tantang ekonomi yang tidak biasa ditengah stagflasi, ketika pemerintah terpaksa untuk melonggarkan kebijakan moneter meski ancaman inflasi tinggi. Dimana, AS sedang mempersiapkan cek stimulus senilai $2.000
- Taruhan terhadap pemangkasan suku bunga the Fed memudar sejak berakhirnya shutdown AS minggu lalu. Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, prospek pemangkasan hanya sebesar 42.9% turun dari 50% pada akhir pekan.
- Laporan Nonfarm Payrolls berpotensi ‘suram’, karena laporan ADP terbaru selama penutupan pemerintah cenderung negatif. ADP mengungkapkan bahwa perusahaan swasta banyak memangkas tenaga kerja dan laporan Challenger minggu lalu menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan AS mengurangi 153.074 tenaga kerja pada bulan Oktober.
- Minggu ini, FOMC akan merilis risalah pertemuan bulan lalu pada hari Rabu malam dan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis angka Nonfarm Payrolls bulan September pada hari Kamis.
Market Movement
Pada Senin (17/11), Harga emas bergerak melemah selama sesi perdagangan Amerika mencapai titik terendah $4,006.93 per ons, setelah sempat naik pada tertinggi $4,106 diawal sesi Asia.
Hingga penutupan perdagangan Senin (17/11), harga emas mencatatkan kerugian sebesar $38.14 atau 0.93% berakhir pada level $4,044.14 per ons.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kerugian sebesar $19.70 atau 0.48% berakhir pada level $4,074.50 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir menguat – mencatatkan keuntungan sebesar 24 poin atau 0.24% berakhir pada level 99.53, setelah uji terendah 99.60 dan tertinggi 99.24. Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir melemah.
Yen Jepang (JPY) menjadi sorotan setelah melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin karena kebijakan fiskal ekspansif Jepang di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi. Dorongan pemerintah untuk pengeluaran skala besar dan keengganan Bank of Japan (BoJ) untuk bergerak menuju pengetatan kebijakan membuat Yen terus tertekan.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Senin, 17 November 2025,
- AUDUSD : 64916 , -43 / -0.66%
- EURUSD : 1.15902 , -28 / -0.24%
- GBPUSD : 1.31533 , -17 / -0.13%
- NZDUSD : 0.56569 , -21 / -0.38%
- USDJPY : 155.226 , +70 / +0.45%
- USDCAD : 1.40535 , +32 / +0.23%
- USDMXN : 18.42240 , +1443 / +0.79%
- USDCHF : 0.79591 , +19 / +0.24%
- USDCNH : 7.10190 , +88 / +0.12%
Sentimen
Tidak ada banyak data yang akan dirilis hari ini. Pasar akan menantikan pertemuan FOMC yang akan merilis risalah pertemuan bulan lalu pada hari Rabu malam dan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis angka Nonfarm Payrolls bulan September pada hari Kamis.