News / Read

Dolar menguat Rabu pagi didorong penguatan data ekonomi AS

Blog Single

Dolar menguat Rabu pagi didorong penguatan data ekonomi AS

Dolar lebih kuat terhadap mata uang lainnya seiring dengan rilis data sektor manufaktur yang solid meskipun belum menyerap banyak tenaga kerja dan keterbatasan ketersediaan bahan baku.

Data indeks PMI dari ISM meningkat 61.2 melampaui perkiraan yang hanya naik sedikit 60.8 dari periode sebelumnya 60.7. Sedangkan data yang sama dari Markit juga menunjukkan hal serupa dengan kenaikan lebih baik 62.1 lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 61.5.

Hal ini pula yang diperkirakan membuat sejumlah pejabat Fed tidak terlalu terbur-buru dalam memutuskan perubahan kebijakan moneternya. Gubernur Fed – Lael Brainard kembali mengatakan AS sudah semakin mendekati target inflasi 2% dan sektor tenaga kerja yang terpenuhi maksimum namun masih banyak persoalan yang membutuhkan kebijakan moneter super longgar dari Fed saat ini.

Begitu pula dengan kebijakan program QE yang masih dijalankan akan memberikan dukungan pada fundamental ekonomi yang dibutuhkan saat ini. Sementara itu pemulihan global diluar AS yang pada kwartal pertama tidak sebaik di AS juga mulai berjalan seiring dengan program vaksinasi yang terus berjalan di Uni Eropa dan Inggris memperlihatkan peningkatan aktifitas ekonomi yang positif. Sejumlah bank sentral anggota G10 juga sudah memberikan sinyal akan perubahan kebijakan moneternya dalam waktu yang tidak lama lagi.

Euro kembali turun setelah sempat menguat hingga level 1.23 terhadap dolar seiring dengan data inflasi yang mencapai target Bank Sentral Eropa (ECB) : 2% dan juga terjadinya peningkatan di sektor tenaga kerja dengan tingkat pengangguran yang menurun.

Data-data sektor manufaktur juga sudah mulai terjadi peningkatan yang cukup menjanjikan. Dengan data-data ini memberikan peluang bagi ECB untuk mengubah kebijakan moneternya mengikuti langkah bank sentral anggota G10 lainnya yang sudah memberikan sinyal akan perubahan arah kebijakan moneternya. Meskipun ini masih bersifat spekulasi yang beredar di pasar karena belum ada komentar resmi dari pejabat ECB. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: