News / Read

Dolar lebih kuat Jumat pagi didorong optimisme data pekerjaan AS

Blog Single

Dolar lebih kuat Jumat pagi didorong optimisme data pekerjaan AS

Dolar lebih kuat terhadap mata uang lainnya pada Jumat pagi, didorong optimisme seputar data pekerjaan AS.

Sebagai antisipasi data sektor tenaga kerja yang menjadi patokan bagi Fed untuk menentukan perubahan kebijakan moneter selain dari data inflasi. Dengan perkiraan terjadinya peningkatan penambahan lapangan kerja sebanyak lebh dari 2x dari data periode sebelumnya.

Data ADP hampir mencapai angka 1 juta penambahan lapangan kerja atau tepatnya 978K jauh melampaui perkiraan 645K dari periode sebelumnya 654K. Data mingguan berupa klaim pengangguran hanya sedikit menurun 358K dari periode sebelumnya 405K, ini merupakan penurunan dibawah angka 400K yang terjadi sejak pandemik melanda. Persentase PHK dari Challenger juga relatif tetap rendah yaitu -93.8% dari periode sebelumnya -96.6%.

Indeks PMI dari ISM di sektor jasa juga membaik ke 64, lebih baik dari perkiraan 63 dan periode sebelumnya 62.7. Walaupun jika di telisik komponen tenaga kerja dari data PMI tersebut sedikit mengecewakan dengan terjadinya penurunan dari 58.8 menjadi hanya 55.3 hal serupa juga terjadi pada data PMI di sektor manufaktur yang sudah dirilis sebelumnya.

Meskipun demikian angka ISM di sektor jasa diatas merupakan rekor tertinggi yang menandakan peluang tinggi sektor jasa terus meningkat. Sektor jasa ini merupakan penyerap tenaga kerja yang paling banyak sehingga diharapkan sektor tenaga kerja akan terus meningkat.

Sementara Euro terus melemah terhadap Dolar seiring dengan fundamental ekonomi di kawasan ini yang relatif masih stagnan. Data PMI di sektor jasa di Uni Eropa secara keseluruhan hanya naik sedikit 55.2 sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 55.1. PMI di Jerman dan Prancis masih stagnan dan hanya di Italy dan Spanyol terjadi peningkatan yang melampaui perkiraan. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dan pidato dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) – Christine Lagarde.

Poundsterling juga berlanjut melemah seiring dengan penguatan mata uang Dolar meskipun fundamental di Inggris juga tetap solid. Data PMI sektor jasa di Inggris meningkat 62.9 lebih baik dari perkiraan stabil 61.8 yang menandakan sektor jasa berpotensi untuk terus meningkat seiring dengan rencana pembukaan inggris secara total dari lockdown. Pemerintah Inggris berencan mengakhiri segala bentuk pembatasan secara total pada 21 Juni mendatang. Namun dengan tersebarnya varian baru yang berasal dari India yang juga disebut sebagai Delta ini membuat Perdana Menteri – Boris Johnson akan memikirkan kembali hal tersebut sembari menunggu investigasi lebih lanjut mengenai varian ini.

Sementara Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) – Andrew Bailey semalam tidak membahas perihal ekonomi dan moneter dalam pidatonya. Hari ini hanya akan dirilis data PMI di sektor konstruksi.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: