News / Read

Euro relatif stabil pada pasar hari Jumat paska pertemuan ECB minggu ini

Blog Single

Euro relatif stabil pada pasar hari Jumat paska pertemuan ECB minggu ini

Euro diperdagangkan stabil terhadap Dolar AS pada Jumat pagi paska pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) kemarin yang relatif mengecewakan pasar. Meskipun ECB meng-upgrade proyeksi inflasinya untuk tahun 2021 dan 2022 namun tidak menyinggung peluang tapering seperti yang diharapkan pasar. Dalam konferensi pers-nya, Presiden ECB – Christine Lagarde mengungkapkan pernyataan senada dengan Fed yaitu bahwa lonjakan inflasi saat ini hanya bersifat transisi dan akan kembali ke kondisi normal seiring dengan berjalannya waktu.

ECB juga tetap optimis dengan pemulihan ekonomi seiring dengan pembukaan lockdown di beberapa wilayah di kawasan ini dan pandemik yang sudah mulai terkendali seiring dengan program vaksinasi yang terus berjalan. Seperti Fed, ECB juga mengadopsi kebijakan inflasi yang fleksibel dengan tidak terpaku pada data tunggal.

Di lain tempat data inflasi CPI AS yang lebih rendah pada minggu ini. Dengan naik 0.6% yang lebih baik dari perkiraan turun 0.4% dari periode sebelumnya 0.8%. Sementara data Core yang tidak menyertakan makanan dan BBM juga senada dengan naik 0.7% yang lebih baik dari perkiraan turun 0.5% dari periode sebelumnya 0.9%.

Namun jika dibandingkan dengan data yang sama dengan periode setahun sebelumnya terjadi lonjakan yang cukup tajam yaitu mencapai 5% yang jauh melampaui target Fed yang hanya 2% sehingga berpeluang besar bagi Fed untuk mengubah proyeksi inflasinya pada pertemuan moneter FOMC pekan depan. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak tahun 2008 yang lalu.

Sebelumnya sebagian besar pejabat Fed terus menegaskan akan terjadi lonjakan inflasi namun kenaikan tersebut hanya bersifat transisi. Dan pendekatan yang digunakan oleh Fed adalah berdasarkan data-data bukan perkiraan sehingga meskipun kali ini jauh diatas target Fed, hal ini tetap tidak akan mengubah kebijakan moneter Fed. Fed perlu lebih dari data tunggal untuk bersiap mengubah kebijakan moneternya. Perlu lebih banyak bukti yang menunjukkan bahwa inflasi berpotensi menjadi tidak terkendali sebelum kebijakan moneter dirubah.

Selain inflasi Fed juga menargetkan sektor tenaga kerja yang diharapkan bisa terserap secara penuh yang sementara ini dari data-data yang sudah rilis masih jauh dari target tersebut. Laporan mingguan klaim pengangguran juga relatif belum banyak berubah 376K dari periode sebelumnya 385K. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: