News / Read

Dolar terus menguat pada pasar Asia didorong peningkatan resiko pasar

Blog Single

Dolar terus menguat pada pasar Asia didorong peningkatan resiko pasar

Dolar AS terus menguat pada pasar Asia dipicu oleh kekhawatiran akan kasus baru varian delta covid-19 yang meningkat secara global.

Beberapa negara yang sebelumnya sudah terkendali terjadi kembali kenaikan kasus yang meningkatnya cukup tajam dari varian ini. Seperti di Australia yang kembali memberlakukan lockdown di Melbourne dan Sydney. Di AS juga mengalami hal yang sama terutama di wilayah dengan tingkat vaksinasi yang rendah. Jika tidak segera ditangani secara benar dikhawatirkan akan menghalangi pemulihan ekonomi yang pada akhirnya akan menunda perubahan kebijakan moneter dari Fed seperti yang diharapkan pasar.

 Sementara Presiden Biden dalam pidato menyinggung masih tingginya inflasi di AS yang diakui namun diperkirakan hanya bersifat temporer dan akan berangsur turun sama seperti pandangan dari pejabat Fed. Perihal Inflasi ini Menteri Keuangan – Janet Yellen juga menyatakan inflasi masih akan terus melonjak dalam beberapa bulan mendatang.

Euro berlanjut melemah hingga mencapai level terendah dalam 3 bulan terakhir terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pada Kamis besok.  Tidak diharapkan akan ada perubahan kebijakan moneter dari pertemuan tersebut.

Sementara baik Presiden dan pejabat ECB dalam beberapa komentar sebelumnya masih belum berencana untuk mengubah kebijakan moneternya dalam waktu dekat ini. Dengan pertimbangan pemulihan ekonomi yang belum berjalan seperti yang diharapkan. Data ekonomi juga relatif masih belum meningkat. Data fundamental berupa inflasi PPI di Jerman justru turun ke 1.3% sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 1.5%.

Sedangkan neraca berjalan untuk Uni Eropa secara keseluruhan mengalami penurunan ke 11.7B jauh dari perkiraan 24.3B dan data periode sebelumnya juga mengalami revisi turun dari 22.8B menjadi hanya 22.1B. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: