News / Read

Dolar diperdagangkan stabil Kamis pagi menahan rally kenaikan sebelumnya

Blog Single

Dolar diperdagangkan stabil Kamis pagi menahan rally kenaikan sebelumnya

Dolar dieperdagangkan stabil pada pasar Asia hari Kamis, menahan rally kenaikan pada sesi sebelumnya.

Resiko perdagangan terus meningkat dalam beberapa sesi terakhir, melihat penyebaran pandemic varian baru, Singapura yang sebelumnya sempat mengeluarkan statement berdamai dengan Covid pun kembali memberlakukan pembatasan ketat. Australia juga masih memberlakukan lockdown di Melbourne dan Sydney. Sejumlah negara lainnya juga kembali memperketat pembatasan perjalanan.

Mata uang dolar yang sejak pandemik menjadi safe haven kembali mendapat momentum untuk menguat. Dan juga oleh eskpektasi akan perubahan kebijakan moneter dari Fed terutama perihal tapering dalam watku tidak lama lagi dan normalisasi suku bunga dalam jangka panjang. Tertahannya dolar dikarena market sedikit ambli posisi wait and see menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) hari ini.

Poundsterling rebound dari harga terendah sejak Februari seiring tertahannya penguatan mata uang Dolar. Inggris meneruskan rencana pembukaan total akses di seluruh Inggris yang dinamai Freedom Days sejak Senin lalu. Meski demikian tetap disarankan untuk mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Pada saat yang sama Perdana Menteri – Boris Johnson mengumumkan melakukan isolasi mandiri seiring dengan terpaparnya dengan pasien covid-19. Data ekonomi juga masih tidak mendukung untuk penguatan mata uang GBP, hutang sektor publik di Inggris semakin meningkat 22B melampaui perkiraan 21.5B dan periode sebelumnya direvisi membaik dari 23.6B menjadi 19.9B.

Sementara Euro bergerak menguat terhadap Dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa petang nanti. Meskipun sebelumnya Presiden ECB – Christine Lagarde masih tidak terlalu optimis perihal pemulihan ekonomi yang masih belum berjalan sesuai yang diharapkan. Sebelumnya ECB juga sudah merubah target inflasi dalam pertemuan darurat mereka 2 pekan lalu. Tidak diharapkan perubahan kebijakan moneter pada pertemuan moneter saat ini.

Namun perubahan target inflasi dari dibawah dan mendekati 2% menjadi dikisaran 2% yang memungkinkan angka inflasi melampaui 2%. Hal ini semakin memudahkan langkah ECB untuk melakukan langkah pengetatan kebijakan moneter walaupun tidak dalam waktu dekat ini. Sementara itu sejumlah wilayah di kawasan ini juga sudah melonggarkan pembatasan sehingga kepercayaan konsumen kembali meningkat menurut komisi Eropa.

JIka Persiden ECB – Lagarde dalam konferensi pers paska pertemuan moneter menyampaikan optimisme yang sama maka Euro berpeluang terus menguat dan sebaliknya jika Lagarde relatif masih tetap dengan pendirian seperti diawal disebutkan maka Euro akan kembali melemah.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: