Rupee India Memperpanjang Pelemahan
Rupee India berfluktuasi di sekitar 94,7 per dolar, memperpanjang pelemahan baru-baru ini karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS memperkuat dolar AS dan menekan mata uang Asia.
Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi meredam permintaan aset pasar negara berkembang, sementara pembelian dolar yang kembali meningkat dan mata uang regional yang lebih lemah terus menekan rupee.
Sentimen pasar tetap waspada setelah data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Investor kini menunggu data ketenagakerjaan AS tambahan untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan Fed.
Sementara itu, harga minyak yang lebih tinggi menambah hambatan lain bagi mata uang tersebut, karena harga minyak mentah yang lebih tinggi biasanya meningkatkan tagihan impor India dan permintaan dolar.
Harga minyak mendapat dukungan setelah seorang pejabat Qatar mengatakan utusan AS di Doha tidak akan mengadakan pembicaraan tingkat tinggi dengan Iran, menimbulkan keraguan tentang kemajuan diplomatik jangka pendek dan mengurangi ekspektasi potensi peningkatan pasokan minyak Iran.