Rupee Melemah 19 Paise Terhadap Dolar di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Pelemahan Mata Uang Asia Lainnya
Rupee India dibuka lebih lemah 19 paise pada 95,45 terhadap dolar AS pada hari Rabu (3 Juni), dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di 95,26, mengikuti pelemahan mata uang regional karena meningkatnya ketegangan di Teluk mendorong harga minyak mentah lebih tinggi.
Mata uang lokal berada di bawah tekanan setelah permusuhan baru muncul di Asia Barat menyusul perundingan perdamaian yang terhenti antara Amerika Serikat dan Iran. Militer AS mengatakan serangan rudal Iran yang menargetkan Bahrain, Kuwait, dan lokasi regional lainnya telah dicegat atau gagal, sementara upaya diplomatik antara Washington dan Teheran menunjukkan kemajuan yang terbatas.
Perkembangan tersebut mendukung kenaikan harga minyak harian ketiga berturut-turut. Harga minyak mentah Brent naik sekitar 1% menjadi hampir $97 per barel, menimbulkan kekhawatiran atas tagihan impor India dan defisit neraca transaksi berjalan, mengingat ketergantungan negara tersebut pada impor minyak mentah.
Sebagian besar mata uang Asia diperdagangkan lebih rendah, dengan rupiah Indonesia menyentuh titik terendah sepanjang masa. Para pelaku pasar mengatakan bahwa rupee juga tertekan oleh terus berlanjutnya arus keluar portofolio asing dari saham-saham India.
Investor asing melakukan penjualan bersih saham India senilai lebih dari $800 juta pada hari Selasa, menurut data bursa sementara. Secara terpisah, data NSDL menunjukkan investor asing menjual bersih saham India senilai $403,3 juta pada 1 Juni, sementara membeli bersih obligasi India senilai $2,7 juta.
Para pedagang memperkirakan Bank Sentral India (RBI) akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menekan volatilitas yang berlebihan. Fokus pasar juga beralih ke keputusan kebijakan moneter RBI yang akan diumumkan pada hari Jumat.
Meskipun sebagian besar ekonom memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, kenaikan harga minyak mentah dan ketidakpastian geopolitik telah meningkatkan perhatian pada prospek inflasi dan panduan kebijakan RBI.
Para analis mengatakan komentar bank sentral tentang jalur suku bunga di masa depan akan dipantau dengan cermat, terutama di tengah kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat menambah tekanan inflasi.
Di antara indikator pasar lainnya, indeks dolar berada di angka 99,21, sementara forward rupee non-deliverable satu bulan dikutip di angka 95,63. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun acuan berada di angka 4,46%.