Saham Asia Naik Didorong Teknologi, KOSPI Melonjak 5%; Ketegangan Timur Tengah Masih Membara
Saham-saham Asia menguat pada Rabu ini, mengikuti pemulihan di Wall Street karena para investor mengabaikan kenaikan harga minyak yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sementara optimisme terhadap saham teknologi turut mendorong penguatan di seluruh kawasan.
Semalam di Wall Street, S&P 500 naik 0,9% dan memutus tren penurunan tiga sesi berturut-turut, sementara NASDAQ Composite menguat 1,3% dan Dow Jones Industrial Average naik 0,7%.
Kenaikan saham Nvidia (NASDAQ:NVDA), Micron Technology (NASDAQ:MU), dan produsen chip lainnya yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) membantu meningkatkan sentimen menjelang laporan keuangan kuartalan dari Alphabet (NASDAQ:GOOGL) dan Tesla (NASDAQ:TSLA) yang dijadwalkan rilis pada Rabu ini.
Futures indeks saham AS sedikit melemah dalam perdagangan Asia pada Rabu ini.
KOSPI melonjak 5%, Nikkei naik 2% didorong saham teknologi
KOSPI Korea Selatan melanjutkan penguatan tajam dengan melonjak lebih dari 5%, dipimpin oleh produsen chip Samsung Electronics (KS:005930) dan SK Hynix (KS:000660).
Penguatan ini terjadi meskipun harga minyak mentah naik setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran dari Yaman mengancam akan memperluas konflik di Timur Tengah.
Minyak mentah Brent naik di atas $91 per barel setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju Asia dilaporkan berbalik arah di Laut Merah menyusul ancaman dari Houthi.
Para investor justru berfokus pada pemulihan saham teknologi setelah Wall Street memutus tren penurunan tiga sesi berturut-turut semalam.
Nikkei Jepang naik hampir 2%, sementara indeks TOPIX yang lebih luas menguat 1,3%.
Dalam berita lain, data yang dirilis pada Rabu ini menunjukkan bahwa ekspor Jepang naik 19,3% pada Juni dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui perkiraan kenaikan 18,6% dan menandai pertumbuhan bulan kesepuluh berturut-turut, didorong oleh permintaan terkait AI untuk peralatan semikonduktor serta pelemahan yen.
Impor naik 25,4%, di atas ekspektasi kenaikan 21%, sehingga Jepang mencatat defisit perdagangan sebesar 406,9 miliar yen karena kenaikan harga minyak mentah mendongkrak biaya impor.
Para trader mencermati laporan keuangan teknologi AS
Di China, indeks Shanghai Composite naik tipis 0,5%, sementara indeks blue-chip Shanghai Shenzhen CSI 300 menguat 0,7%. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,4%.
S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,4%, sementara Straits Times Index Singapura bergerak relatif datar.
Futures yang terkait dengan Nifty 50 India juga hampir tidak bergerak.
Para investor berupaya menilai apakah pemulihan saham teknologi dapat bertahan menjelang rilis laporan keuangan korporasi besar AS.
Pasar memantau dengan seksama hasil laporan dari Alphabet dan Tesla yang akan dirilis pada Rabu ini untuk mendapatkan sinyal terbaru mengenai pengeluaran AI, permintaan cloud, dan tren investasi korporasi.
Pemulihan di pasar saham mengindikasikan bahwa para investor untuk saat ini bersedia mengabaikan risiko geopolitik, meskipun para analis memperingatkan bahwa kuatnya harga minyak secara berkelanjutan dapat kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mempersulit prospek bank sentral global.