Saham dan Imbal Hasil Obligasi Jepang Naik Setelah Kemenangan Perdana Menteri dalam Pemilu
Kemenangan gemilang dalam pemilihan parlemen cepat memberi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mandat yang kuat untuk meningkatkan perekonomian Jepang dan mempererat hubungan dengan AS.
Indeks saham Nikkei 225 melonjak 3,9% pada hari Senin untuk mencatat rekor penutupan tertinggi baru.
Imbal hasil obligasi naik, dengan imbal hasil 10 tahun naik 0,051 poin persentase menjadi 2,285%. Hasil panen naik karena harga turun.
Yen menguat terhadap dolar.
Pemerintah kini menikmati “otoritas legislatif yang luar biasa,” kata David Chao, ahli strategi pasar global, Asia Pasifik di Invesco.
“Hasilnya sangat mendukung pasar saham Jepang, khususnya di sektor pertahanan dan keamanan ekonomi, karena Ibu Takaichi sekarang memiliki fleksibilitas yang luas untuk menjalankan agenda ekonominya yang mendukung pertumbuhan dan memajukan reformasi struktural,” katanya.
“Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang yang berjangka panjang kemungkinan akan menghadapi tekanan naik, karena belanja fiskal yang lebih proaktif yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dapat meningkatkan risiko fiskal dan inflasi,” tambah Chao.
Item ini adalah bagian dari acara liputan langsung Wall Street Journal. Streaming selengkapnya dapat ditemukan dengan mencari P/WSJL (WSJ Live Coverage).