Saham Indonesia Tertekan
Indeks Komposit IDX Indonesia anjlok 82 poin, atau 1,3%, menjadi 6.113 pada perdagangan awal Rabu, menghapus kenaikan sesi sebelumnya karena kerugian menyebar di sebagian besar sektor, dipimpin oleh bahan dasar, infrastruktur, dan transportasi.
Sentimen memburuk setelah inflasi Mei meningkat dan surplus perdagangan April menyempit tajam, menggarisbawahi tekanan pada daya beli dan ketahanan eksternal.
Pelemahan rupiah juga tetap menjadi perhatian utama, dengan bank-bank dilaporkan menjual dolar AS di atas IDR 18.000, sementara kurva imbal hasil obligasi pemerintah yang terbalik menandakan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi.
Petunjuk global menambah tekanan, karena sebagian besar futures saham AS lebih rendah di tengah negosiasi AS-Iran yang rapuh dan menjelang laporan pekerjaan Mei.
Namun demikian, kerugian dibatasi oleh aktivitas jasa yang kuat di mitra dagang utama, China, selama Mei, bersama dengan pertumbuhan yang solid dalam output manufaktur.
Saham yang mengalami penurunan signifikan termasuk Amman Mineral Intl. (-8.5%), Merdeka Tembaga Emas (-5.3%), dan Japfa Comfeed (-4.6%).