Sebagian Besar Mata Uang Asia Menguat di Tengah Sentimen Risk-On
Sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-on. “USD melemah di awal pekan karena Presiden Trump mengumumkan bahwa penyelesaian perang AS-Iran sudah dekat,” kata tim Riset Ekonomi & Pasar Global CBA dalam sebuah laporan riset. “Masalah terpenting bagi pasar keuangan adalah kapan Selat Hormuz akan dibuka kembali, dalam kondisi apa Selat tersebut akan dibuka kembali, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki fasilitas produksi dan infrastruktur untuk meningkatkan produksi energi dan barang lainnya ke tingkat sebelum perang,” tambah tim tersebut. Dolar AS turun 0,2% menjadi 158,85 yen dan turun 0,7% menjadi 1.509,75 won, sementara dolar Australia naik 0,5% menjadi $0,7161, menurut data LSEG.