Shutdown Terus Berlanjut, Capai Rekor Tertinggi Tanpa Solusi yang Terlihat.
Indeks Dolar AS terkoreksi tajam pada perdagangan Kamis (6/11) ketika sentimen pasar tersakiti dengan penutupan pemerintah federal AS terus berlanjut, mencapai rekor tertinggi tanpa solusi yang terlihat.
Investor semakin khawatir dengan keberlanjutan shutdown yang semakin menghancurkan ekonomi AS dengan semakin banyak PHK masal dan melambatnya sistem ekonomi.
Disisi lain, harga emas beranjak naik meski dengan kenaikan moderat dan ditutup hampir tidak berubah dari penutupan sebelumnya pad Rabu (5/11).
Key Highlights
- Shutdown AS telah memasuki penutupan terlama dalam sejarah politik Amerika Serikat – melebihi shutdown terlama sebelumnya pada tahun 2019. Penutupan pemerintahan akan memasuki hari ke-38 pada 7 November 2025.
- Sejauh ini, Washington masih terjebak dalam kebuntuan, tanpa tanda-tanda kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah yang sedang berlangsung.
- Laporan US Challenger oleh Gray & Christmas menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan memberhentikan lebih dari 150.000 orang pada bulan Oktober, menandai pengurangan terbesar dalam lebih dari 20 tahun.
- Survei mencatat bahwa industri yang mengadopsi perubahan berbasis AI menjadi alasan utama di balik PHK.
- FAA bersiap untuk memangkas hingga 10% penerbangan di sekitar 40 bandara utama AS mulai 7 November, dengan pengurangan awal sebesar 4%–6% akhir pekan ini dan pengurangan penuh sebesar 10% jika penutupan penerbangan berlanjut.
Market Movement
Pada Kamis (6/11), Harga emas (spot) berakhir datar, meskipun sentimen pasar membebani Dolar. Dipasar spot, harga emas berakhir turun sebesar $1.26 atau 0.03% berakhir pada level $3,977.52 per ons, setelah naik hingga tertinggi $4,019 dan turun hingga terendah $3,964.
Dengan latar politik AS, prospek jangka pendek emas tampak ‘netral’ hingga cenderung ‘bearish’. Faktor pendorong kenaikan adalah prospek shutdown AS yang akan mencatatkan sejarah baru.
Faktor pendorong penurunan adalah shutdown AS yang diperkirakan dapat segera berakhir setelah penutupan berkepanjangan karena berpotensi memicu kerusakan sistem pemerintah.
Dalam jangka panjang, faktor seperti permintaan bank sentral dan ketidakpastian geopolitik masih tetap ada.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kerugian sebesar $1.90 atau 0.05% berakhir pada level $3,991.00 per ons di Divisi Comex, setelah uji terendah $3,973 dan tertinggi $4,028.
Indeks Dolar AS berakhir melemah sebanyak 46 poin atau 0.46% berakhir pada level 99.70. Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir menguat, merespon pelemahn Dolar. Terkecuali AUD/USD yang berakhir melemah karena tekanan penurunan harga minyak mentah dunia.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Kamis, 6 November 2025,
- AUDUSD : 0.64780 , -26 / -0.40%
- EURUSD : 1.15456 , +55 / +0.48%
- GBPUSD : 1.31365 , +87 / +0.67%
- NZDUSD : 0.56331 , -29 / -0.51%
- USDJPY : 153.056 , -106 / -0.69%
- USDCAD : 1.41139 , +7 / +0.05%
- USDMXN : 18.58160 , -206 / -0.11%
- USDCHF : 0.80602 , -937 / -10.41%
- USDCNH : 7.11540 , -105 / -0.15%
Sentimen
Pada Jumat (7/*11), data Consumer Sentimen oleh Univ. of Michigan dan survei Ekspektasi Inflasi Konsumen The Fed New York akan menutup agenda minggu ini. Selain itu, Williams, Jefferson, dan Miran dari The Fed dijadwalkan untuk berpidato.
Bom waktu Shutdown AS akan menjadi pusat perhatian memasuki waktu shutdown terpanjang sepanjang sejarah AS.