Sterling Tidak Memiliki Pendorong yang Meyakinkan untuk Keuntungan Berkelanjutan
Sterling tidak memiliki pendorong fundamental yang meyakinkan untuk keuntungan berkelanjutan selain imbal hasil yang relatif menarik, ujar ahli strategi Convera, George Vessey, dalam sebuah catatan. Bahkan imbal hasil yang tinggi pun menawarkan dukungan terbatas ketika imbal hasil tersebut berasal dari latar belakang stagflasi berupa pertumbuhan ekonomi yang lambat dan inflasi yang tinggi, ujarnya. “Dalam lingkungan seperti itu, suku bunga yang lebih tinggi mencerminkan tekanan ekonomi alih-alih kekuatan, yang melemahkan kepercayaan investor dan mengurangi daya tarik mata uang.” Penempatan posisi juga menimbulkan risiko bagi sterling.
Data terbaru menunjukkan peningkatan taruhan terhadap sterling terhadap dolar, yang belum sepenuhnya tercermin oleh nilai tukar. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penempatan posisi pasar dan aksi harga, yang membuat sterling rentan jika sentimen melemah, ujarnya. Sterling diperdagangkan datar di $1,3528.
Euro melemah 0,1% menjadi 0,8644 pound.